04 August 2005
Bupati Sleman Drs Ibnu Subiyanto Akt yang juga ketua umum PSS Sleman mengaku tidak bisa berbuat banyak lagi dengan telah ditetapkannya besarnya dana untuk PSS oleh DPRD Sleman sebesar Rp 4 miliar untuk mengikuti kompetisi tahun ini. Padahal dana yang diajukan Pemkab Sleman bagi PSS untuk tahun Anggaran 2005-2006 sebesar Rp 7,5 miliar.
Karena Dewan hanya menetapkan Rp 4 miliar, berarti jika dalam musim ini PSS tidak terdegradasi pun sudah hebat. Dan jangan bicara lagi soal prestasi PSS agar masuk 4 besar, atau bahkan juara Liga,” jelas Ibnu Subiyanto seusai menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi di DPRD tentang laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2004, belum lama ini.
Ibnu menyebutkan, Dewan tampaknya tidak memperhitungkan pengaruh PSS sebagai idola masyarakat Sleman, yang hingga kini belum memiliki idiom lain selain PSS. Menurutnya, para anggota Dewan juga tidak memperhatikan besarnya pengaruh PSS di kalangan anak-anak muda. Salah satunya perkelahian antarkelompok muda sangat berkurang, karena mereka sudah cair menjadi satu. Setelah PSS menjadi idola semua permasalahan anak muda menjadi cair. “Di sini PSS menjadi alat pemersatu yang sangat efektif,” tandas Ibnu.
Dari sisi positif lainnya, prestasi PSS di masa lalu yang membanggakan juga membangkitkan minat berolahraga di semua lapisan masyarakat, dari kanak-kanak sampai dewasa. “Lihat saja setiap minggunya melihat anak-anak giat berlatih sepakbola atau bermain sepakbola yang dengan bangga memakai kaos PSS. Kaos ini juga membuka peluang banyak warga untuk menggeluti usaha sablon,” kata Ibnu panjang lebar.
Dikatakannya dana yang diajukan sebesar Rp 7,5 miliar merupakan dana yang cukup untuk menopang prestasi PSS. “Lihat saja kota-kota lain yang memberi anggaran lebih Rp 7,5 miliar untuk menopang sepakbola daerahnya,” ujarnya. Bagi PSS, dana yang diajukan selain untuk anggaran operasional dan non teknis PSS juga digunakan untuk pembinaan sekolah-sekolah sepakbola yang ada di Sleman.
Terpisah anggota Dewan Rohman Agus Sukamta menyoroti masalah penyelesaian pembangunan Stadion Sleman. Rohman Agus mengatakan tekad Bupati Sleman untuk menyelesaikan pembangunan itu akan menguntungkan Pemkab. “Kalau stadion itu segera selesai, Pemkab dapat segera menyewakan ruko-ruko yang ada di sekitar stadion,” tutur Rohman yang juga Wakil Ketua DPRD Sleman ini.
Pembangunan stadion senilai Rp 88,89 miliar ini mendapat sorotan kalangan Dewan karena Pemkab tidak memiliki bukti tertulis yang menegaskan pemerintah Pusat akan membantu pembangunan itu. Dari bantuan yang disebutkan akan mencapai Rp 50 miliar, Pusat baru membantu sebesar Rp 7 miliar.
[ by : www.kr.co.id ]


