29 November 2004
PSS Sleman jangan lupa pada pendirinya karena PSS dapat seperti saat ini juga berawal perjuangan yang berat para pendirinya. Hal itu disampaikan manajer PIM Maguwoharjo, Depok Sugiarto dalam acara syawalan SSB Matra, PIM dan Slemania Korwil Depok di Balaidesa Maguwoharjo, Depok, Minggu (28/11) kemarin.
Menurutnya pendiri yang saat ini masih ada adalah Sudarsono Kh dan Surya Saryono, mereka mendirikan PSS bersama Persikup Kulonprogo dan Persig Gunungkidul. Sedang PSIM Yogykarta dan Persiba Bantul sudah lebih tua dari PSS, namun saat ini PSS mengalami kemajuan yang luar biasa sehingga berada di papan atas di divisi utama PSSI.
Saat berdirinya PSS hanya mengikuti kompetisi divisi II PSSI yang saat itu masih keluar masuk kampung di Jateng-DIY, karena Komda PSSI DIY belum ada. Kompetisipun selalu gagal karena banyak dijegal tim-tim Jateng.
Para pengurus juga hampir setiap waktu kesulitan dana karena tak ada anggaran seperti saat ini, beruntung dulu banyak orang-orang yang gila bola, sehingga mau menjadi Manajer dengan mengeluarkan dana sendiri.
Untuk itu ia berharap para pengurus jangan meninggalkan pendirinya yang sudah banyak berkorban demi PSS. Dalam kesempatan tersebut Sugiarto juga memberikan bantuan dana Rp 10 Juta untuk Slemania ke Bandung dan sepatu bola untuk pemain SSB Matra yang dianggap cukup potensial. Bantuan tersebut diterima oleh ketua II Slemania Joko ‘Lesus’ Suharyono.
Selain itu ia juga mohon doa restu karena ia bersama 8 keluarganya akan berangkat menjalankan ‘ibadah haji’ tahun depan. Ia juga berharap pada Slemania agar tetap mendukung PSS dengan sportif dan aktraktif.
Hadir dalam pertemuan itu adalah para pengurus PIM dan IM se DIY, pengurus SSB Matra dan para pemain, Laskar Slemania dari Korwil Depok ataupun pengurus pusat, Sudarsono KH, para Muspika dan para undangan.
[ by : dari www. kr.co.id ]


