Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

Di Tahan Imbang Persija, PSS Turun Peringkat

26 September 2004

Malang benar nasip PSS Sleman, Meski menguasai jalannya pertandingan dan unggul lebih dahulu atas tim tamu, namun akhirnya para pemain PSS tidak bisa mempertahankan skor hingga akhirnya kedua tim saling berbagi angka 1-1 dalam lanjutan Liga Bank Mandiri di stadion Tridadi, Minggu 26/09 sore tadi. Hasil seri ini sekaligus menggusur posisi sementara PSS dari posisi 4 menjadi turun satu peringkat di urutan ke 5 di bawah Persib yang berhasil mengalahkan tim tamunya. (lihat klasemen)

Tanpa di perkuat palang pintu Anderson da Silva yang terakumulasi katu kuning, pertahanan PSS nampak sedikit longgar dalam mengawal barisan depan Persija. Duet Bambang Pamungkas-Budi Sudarsono benar-benar membuat pemain belakang PSS sedikit kerja keras mempertahankan gawang Joice Sorongan dari kebobolan.

Untungnya, aksi jempol dan niliai plus kembali patut di berikan kiper PSS ini. Beberapa peluang yang di punyai selalu gagal membuahkan gol. Beruntung PSS mempunyai duet yang tak kalah beringasnya. Berawal dari aksi individul Leke yang menerima umpan dari Slamet Riyadi dari sektor kiri, Aris Indarto menyentuh bola dengan tangannya. Alhasil Wasit asal SurabayaR.A. Mas Agus memberikan hadiah pinalti bagi PSS.

Marcerllo sebagai eksekutor pinalti berhasil menyelesaikan tugasnya dengan gemilang. Bola meluncur ke arag kanan gawang sementara kiper Mukti Ali Raja hanya terpaku salah antisipasi.Gol Marcello di menit ke 13 ini akhirnya memotivasi pemain PSS lainnya. Beberapa peluang emas nyaris menambah koleksi gol terwujud. Namun kurang tenangnya barisan depan PSS membut skor tak berubah hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan seru dan cepat. Masing-masing tim yang tak ingin terjungkal dari zone klasemen atas terus memberikan tekanan. PSS yang tak ingin kehilangan 3 angaka di depan publiknya Slemania, nampak semangat dalam membangun serangan. Alhasil, beberapa peluang di dapat namun selalu gagal menembus gawang Persija. Tendangan bebas M. Ansori pun hanya mengenai mistar gawang. Dan aksi M.Ekasan belum begitu menggigit. Dua peluang yang ia punyai selalu gagal. Dan lagi, sebuah tendangan keras dari pemain PSS membentur mistar gawang dan jatuh ke bawah namun bola muntah ke luar. Andai saja bola muntah ke dalam, gol pun terjadi.

Selebihnya Persija yang mengandalkan Bambang Pamungkas di line depan akhirnya dapat membalas gol lewat aksi cerdik striker nasional itu di menit 69. Sebuah tembakan lemah yang memanfaatkan bola dari sodoran agus indra menembus gawang Joice Sorongan. Skor pun berubah 1-1. Gol ini pun lebih karena kurang antisipasinya pemain belakang dalam mengawal pergerakan lawan.

Daneil Akui Kecerdikan Lawan

Di pihak pelatih, Daneil Roekito nampaknya sedikit kecewa dengan penampilan kali ini. Meski sepanjang babak kedua menguasai pertandingan, namun akhirnya harus berkesudahan 1-1. Daniel menyorot soal ketenangan para pemainnya. Pemain PSS menurutnya kurang tenang dalam penyelesaian dan selalu terburu-buru. Sementara itu pelatih yang pernah memoles Arema, dan PSIS ini memuji penampilan Persija. Menurutnya, keberhsilan membalas ketertinggalan lebih di karenakan pemain Persija lebih matang dan unggul dari segi pengalaman.” Itulah pemain matang, satu peluang dan membuahkan gol”kata Daniel mengomentari gol Bambang Pamnungkas. Selebihnya pemain PSS nampak sedikit kurang tenang dalam bermain. ”sebetulnya anak-anak main bagus, namun mereka kurang tenang saja kok” sambungnya.

Di tubuh Persija, Sergei Dubrovin malah menyalahkan wasit yang merugikan timnya.”sedikit-sedikit off side”cetusnya. Dengan nada emosi ia pun sempat jengkel dengan wasit asal Surabaya ini. Menurutnya wasit terlalu merugikan Persija dengan memberikan peluang kepada Persebaya agar Persebaya bisa bersaing ketat dengan Persija.

Lepas dari itu semua, Sigit Broto Purnomo salah satu pengurus Slemania yang duduk di divisi Litbang menekankan bahwa keluarnya Slamet membaut PSS sedikit mengubah pola permainan. Sigit lebih respek jika Slamet terus di mainkan dan otomatis akan terus memberikan tekanan ke gawang Persija.

Namun masuknya Wahyu Teguh yang manggantikan Slamet Riyadi di yakini sebagai taktik yang sedikit keliru. Masuknya Wahyu jelas mengindikasikan PSS akan bermain dengan model bertahan yang di paksakan. Alasannya, Wahyu adalah seorang pemain yang bertipe bertahan. Jelas Sigit. Toh demikian ia pun salut akan semangat juang pemain PSS.

Slemania Tetap Bangga

Meskipun tak menuai hasil sempurna, acungan jempol patut di layangklan kepada suporter Slemania. Meski timnya gagal mempersembahkan kemenangan namun mereka bisa menerima hasil ini dengan lapang dada. Ndaru Supriyono, pentolan Slemania yang bertugas mengiring suporter tamu berkomentar bahwa sebenarnya menang dan kalah adalah hal yang lumrah dan mesti terjadi dalam dunia sepakbola. di tambahkannya, dirinya lebih senang lagi karena pertandingan berjalan dengan lancar. Persaudaraan Slemania dan Jakmania yang sudah 4 tahun akhirnya tidak ternoda dengan gesekan suporter. “ ya mas kita seneng karena aman-aman saja. Persaudaraan yang sudah lama dengan the Jak tidak ternoda” komentarnya singkat.

Sementara itu Hendri Kiclik dari Korp Musik lebih menyorot soal kepemimpiman wasit. “Wasit lebih menguntungkan Persija” cetusnya. Toh begitu dirinya bersyukur pertandingan dapat lancar. Ucapan syukur pun datang dari Teguh, salah seorang Slemania yang terkenal loyal terhadap slemania yang lain. “syukur aja mas kita bisa dapat point, tapi masalahnya akan lain jika pertahanan PSS tidak sedikit longgar” katanya.

Terimakasih, Slemania

Di kubu suporetr tamu, pantas jika the Jakmania menjadi suporter kreatif. Sepanjang pertandingan meraka pun selau barnyanyi dengan nada gembira. Meski timnya tertinggal 0-1 oleh PSS namun semangat untuk mendukung Persija selalu ia kumandangkan. Berkekuatan 1200 orang benar-benar The Jakmania menjadi tontonan tersendiri di luar lapangan.

“Nampaknya Slemania masih kalah semangat bila di banding The Jak, ini yang membuat pemain PSS kurang termotivasi”kata Teguh. Sementara itu wakil The Jakmania Sahid mengungkapkan rasa terimakasih kepada Slemania atas segala sambutan yang di berikan. “tour menembus Tridadi hingga 1200 anggota the Jakmania sangat mengesankan”komentarnya. Anggota Jakmania Korwil Pasar Minggu ini pun sangat berterimakasih buat Slemania atas segala bantuan yang telah di berikan mulai hari jum'at kemarin.”Terimakasih Slemania, semoga persaudaraan Jakmania-Slemania tetap tanpa noda”.

Hasil Lain

Persikota vs Persita : 1-1
Persib vs Semen Padang : 2-0
PSIS vs PSMS : 3-1
Persebaya vs PKT : 2-0
Persik vs PSM : 1-0

[ by : aris ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar

JAKJINK | 19 Jun 2008 11:15:39
"JAK MANIA - slemania" sama saja sama-sama anjing
aji di jogja | 20 Jan 2012 11:26:51
slemania jagoanku terus berjuang
Reza R.E.P. di Yogyakarta | 23 Dec 2004 19:46:14
Lebih baik ikut strategy pemain tim luar negeri di tv kan kalo bisa kan bisa menang dan mudah cuma dilihat serangan nya ditv dan jangan lupa tolong salam buat pak Bardi manager pss lama dari Bapak Darto cucunya
ghephe di yogyakarta | 26 Sep 2004 23:50:18
sebaiknya pembangunan stadion di percepat guna memotifasi pemain PSS biar lbh semangat dalam meraih tropi juara LIGINA dimasa yg akan datang..........bravo SLEMANIA.