25 September 2004
Berbicara materi pemain, berbicara nama besar, berbicara tradisi, match day lanjutan kompetisi Divisi Utama X, antara PSS Laskar Sembada yang akan menjamu Persija Jakarta yang akan digelar di Stadion Tridadi Sleman, Minggu (26/9) mestinya dimenangkan Persija Jakarta
Tetapi bukan namanya “The Slems” PSS Sleman kalau tidak dapat menghancurkan Persija Jakarta dihadapan pendungknya Slemania. Bukan pula namanya “Super Elja” PSS Laskar Sembada kalau tidak mampu membalas kekalahan pada putaran pertama di Stadion Lebak Bulus
Pertandingan partai ke-27 nanti diperkirakan akan menjadi bartai yang penting bagi kedua kesebelasan, mengingat kedua tim menginginkan kemenangan untuk menuju campolista yang sekarang masih dipegang PSM Makasar, dan wajar-wajar saja bila Sergei Dubrovin membidik point penuh saat menantang PSS Laskar Sembada, mengingat peluang Persija Jakarta untuk menjuarai kompetisi Divisi Utama X sangat terbuka, dengan cacatan Persija Jakarta mampu memenangkan pertandingan
Mudah-kah ambisi Persija Jakarta direalisasikan?
Tentu tidak, setelah PSS Laskar Sembada menghempaskan PSMS Medan 2-0, Marcello Braga mempunyai ambisi untuk membobol gawang persija yang dijaga Mukti Ali Raja, mengingat keinginannya pada putaran pertama tidak kesampaian, akibat tragedi kartu merah saat benturan dengan Deni Aryanto saat meladeni Pelita KS pada putaran pertama.
Pertandingannya sendiri di-prediksikan akan menarik, tetapi perebutan centre line diperkirakan masih dapat dikuasai PSS Laskar Sembada. Lewat Deca dos Santos, Alexander Feirrera Dos Santos, M-AnsorI disektor kanan dan Slamet Riyadi disisi kiri akan menjadi ancaman yang serius bagi lini pertahanan Persija. Pola 4-4-2 yang diterapkan Sergei, justru menjadi celah yang dapat digunakan oleh second striker PSS Sleman untuk menciptakan peluang gol.
Artinya, dengan memanfaatkan space kosong terutama sektor kanan pertahanan Persija yang ditempati Ismed Sofyan dan Aris Indarto sangat memungkinkan bagi Deca dos Santos dan Slamet Riyadi memberikan umpan matang kepada Marcello Braga dan Seto Nurdiantoro membobol gawang Persija Jakarta. Kemampuan M-Ansori dalam melakukan manuver over lapping lewat sektor kanan kali ini akan diuji oleh Guitavo Chaves dan Gomes, tetapi seharusnya M-Ansori tidak harus memaksakan melewati keduanya. Mungkin, dengan kemampuan memberikan umpan diagonal sudah cukup untuk membuat peluang sekaligus memecah lini pertahanan Persija Jakarta.
Sebaliknya, sang pelatih PSS Laskar Senbada Daniel Roekito harus dapat menghentikan laju kecepatan gelandang serang Persija Jakarta, terutama pertahanan disektor kiri yang ditempati Kahudi harus bekerja ekstra keras, mengingat kelincahan Elie Eboy dan mobilitas Budhi Sudarsono harus tetap mendapat pengawalan ketat.
Peran Sofyan Morhan atau Wahyu Teguh pada pertandingan kali ini dipertaruhkan untuk menjaga pertahanan PSS Laskar Sembada, sedikit lengah dapat berakibat fatal. Absenya Anderson da Silva sebenarnya tidak perlu dirisaukan, karena M-Sholeh dan Nugroho Adiyanto dapat diandalkan sebagai stopper murni, hanya saja keduanya harus punya kemampuan untuk ber-duel dengan Bambang Pamungkas dan Emanuel de Porras terutama bola-bola atas, karena melalui long passing dan umpan tarik dari sektor kanan dan kiri pertahanan PSS Sleman masih menjadi andalan Sergei Dubrovin dalam upaya menciptakan peluang
Peluang “The Slems” untuk memenangkan sangat terbuka, tinggal bagimana Seto Nurdiantoro dkk menterjemahkan taktik dan stategi dilapangan yang telah disusun oleh Daniel Roekito.
Tour Jackmania
Dalam upaya mendukung perjuangan Persija Jakarta saat tandang ke PSS Sleman, Jackmania akan memberangkatkan suporternya dan menurut keterangan Ketua Umum Jackmania sewaktu bertemu dengan crew di stadion Krakatau Steel saat menyaksikan laga Persija vs Pelita KS, Jackmania akan melakukan Tour Yogya dengan kekuatan antara 750 – 1000 personil
Menurut bung Fery Tour ke Yogya kali ini lebih bernuansa silaturrahmi dan sebagai kunjungan balasan, mengingat hubungan Jackmania dengan Slemania selalu harmonis. Jackmania yang selulu tampil penuh semangat dan rancak akan saling beratraksi dengan Slemania yang selulu tampil dengan atribut dan kreatifitas yang menarik serta indah untuk dinikmati
Predikat Jackmanuia dan Slemania sebagai suporter terbaik 2003 diharapkan menjadi suri tauladan bagi suporter lain, dan slogan “menang ra umuk kalah ra ngamuk” akan menjadi oleh-oleh sekembalinya dari tour Yogya, …….bukan begitu bung Fery ? Semoga..
[ by : sri_qq ]


