23 September 2004
Meski memenangkan pertandingan dan berhasil membalas kekalahan di putaran pertama, nampaknya pelatih PSS Daniel Rekito ini kurang puas terhadap penampilan anak asuhnya.
Menurutnya, penampilan kedua tim sama-sama tidak menunjukkan performa terbaiknya. PSS Sleman sebagai tuan rumah malah terbawa dengan irama permainan lawan. Menurut om Daneil, begitu ia sering di sapa, lambatnya aliran bola yang di bangun pemain PSS lebih di karenakan pemain masih canggung dan rasa percaya diri yang kurang optimal setelah lama tidak bertanding.
" Anak-anaka terbawa irama permainan lawan dan mereka nampaknya kurang optimal dalam bermain, yah ini berkat lamanya libur" komentarnya saat di temuai wartawan seusai pertandingan.
Meski demikian, pelatih yang sudah malang melintang melatih di beberapa klub ini berharap pemainnya dapat bermain bagus saat bertanding melawan Persija Minggu besok. " saya harap anak-anak tambah percaya diri saja ketika alwan persija besok, tambahnya".
Slemania Puas
Sementara itu, luapan kegembiraan terpancar dari wajah suporter Slemania. Kemenangan yang begitu sangat di nantikan oleh Slemania ini terwujud setelah PSS unggul 2-0 atas PSMS.
Tak khayal, luapan gembira dan nyanian yang tiada henti mengiri kemenangan PSS. " Gembira saja mas, kita berhasil membalas kekalahan di Medan, dan setidaknya PSS etap berada di zone atas" cetus salah seorang Slemania korwil Depok kepada crew web.
Nampaknya, Slemania terus berharap PSS mampu memetik point penuh di semua laga kandang.Hal ini di utarakan Ketua I Slemania Supriyoko " Meski sudah aman dari zone degradasi kami berharap PSS harus tetap bermain maksimal" pesannya kepada PSS.
Namun sayang, kemengan PSS ini tidak di barengi dengan tim tetangga, PSIM Jogjakarta. PSIM yang berjuang untuk dapat lolos dari penyisian group harus menerima kekalahan di Pasuruan dengan skor telak 1-3 atas Persekabpas. Kekalahan ini semakin membuat peluang untuk lolos semakin berat mengingat PSIM menyisakan satu pertandingan Home melawan Persijap jepara.
[ by : aris ]


