23 August 2004
Lagi, pelatih timnas PSSI belum berani untuk mencoba mendatangkan pemain di luar skuad yang sudah ada. Pelatih Peter Withe lebih “senang” dengan formasi pemain peninggalan Ivan kolev meski pemain yang bersangkutan kurang menunjukkan prestasi yanga bagus di kompetisi LI.
Tak khayal jika kemudian muncul suatu pernyataan dengan sebutan“Timnas Jabotabek”. Mengapa demikian? Dari 26 pemain yang di panggil untuk menjalani pelatnas hanya 10 pemain yang berasal dari tim di luar “Jabotabek”. Itu pun dengan catatan mereka sudah menjadi langganan timnas dan ironisnya lagi kini mereka kurang berprestasi. Selabihnya, pemain di dominasi oleh Klub dari Jabotabek, seperti Tangerang dengan 8 pemain, yakni dari Persikota 5 pemain dan Persita 3 pemain serta Persija Jakarta sebanyak 8 pemain.
Pertanyaan yang mendasar adalah, apakah tidak ada pemain yang lebih baik di luar tim tersebut ?. Tidak masuk akal jika jawabannya Tidak. Di Kediri misalnya, terdapat nama Musikan, Johan Praseto dan Wahyudi yang perlu mendapatkan kesempatan menjalani pelatnas. Edu Juanda di kubu PSMS, Seto Nurdiantoro, M.Ansori serta Joice Sorongan (K) (PSS), Cecep Supriatnya (K), Yaris Riyadi,Suwita Pata di Persib dan Nico Susanto di Semen Padang serta masih banyak lagi tentunya, yang mereka itu perlu mendapatkan perhatian dari “pusat”, tanpa menjadi pemain yang di tirikan.
Kini saatnya pelatih maupun pemantau pemain harus “berkeliaran” di setiap laga di LI. Bukan hanya tim besar saja yang terus mendapatkan perhatian. Ini bertujuan untuk pemicu dan membangkitkan pemain yang lain ntuk bisa bersaing memperebutkan posisi di timnas. Jika ini di lakukan PSSI, bukan tidak mustahil pemain muda akan terlucut untuk berlatih keras. Tapi sebaliknya, jika itu-itu saja yang di panggil bukan tidak mungkin sepakbola Indonesia hanya berjalan di tempat. Menakjubkan bukan, ?
Skuad Timnas PPD
Mukti Ali Raja,Aris Indarto, Jet Donald La’ala, Ismed Sofyan, Warsidi, Elie Aiboy
Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas (Persija), Jendri C. Pitoy, Hari Syahputra, Firmansyah, Supriyono, Isnan Ali (Persikota), Firman Utina, Zainal Arif, Ilham Jayakusuma, (Persita), Hendro Kartiko, Gendut Doni,(Persebaya),I Komang Putera, Agung Setyabudi,(PSIS),Ponaryo Astaman,Samsul Chaerudin, Ortisan Solissa, (PSM),I Putu Gede, (Arema),Amir Yusuf Pohan, (PSPS), Eduard Ivak Dalam, (Persipura)
[ by : susilo aris nugroho ]


