21 August 2004
Salam Slemania...
malam ini saya berada bersama Ndolar Blaise di wisma tempat tinggalnya. Sungguh sambutan yang luar biasa yang ia berikan kepada saya. Pemain asing yang begitu ramah yang pernah saya jumpai di skuad PSS.
Saat saya berkunjung, ia masih berbaring sambil menikmati siaran langsung sepakbola di Televisi. Tidak lama berselang, datanglah seorang lelaki, entah, saya juga tidak tahu persis siapa dia. Jika saya amati, mungkin dia pegawai di wisma tersebut. Rupanya Ndolar menyuruh dia untuk membelikan makan malam. " kamu makan apa Mr.Aris ", ia sedikit menawarkan pada saya. "oh , terimakasih friend, nanti saya makan sendiri saja" sambut saya.
Tanpa banyak basa-basi, ia mengajak saya membuka wb slemania, dan akhirnya saya menuliskan tulisan ini. Dan inilah kisahnya.
Kini di samping saya ada Ndolar yang lagi enak makan KFC, "duhh enaknya", celoteh saya. Tanpa basa-basi ia langsung menyambung celotehan saya "gak enak friend saya makan, enakan di rumah, sama istri dan anak" serobotnya.
sambil makan Ndolar terus tersenyum melihat saya menuliskan berita ini. Sambil mengunyah dada ayam, sesekali ia mengganggu saya dengan canda yang bersahabat. Ia melirik saja sambil mengatakan" saya malu kemarin PSS kalah besar" tapi itulah sepak bola" komentarnya.
Lantas ia pun bercerita, "banyak teman-teman saya yang menelphon saya sehabis pertandingan untuk sekedar menanyakan skor, tapi mereka semua tidak percaya dengan hasil itu" gumamnya dengan nada heran.
Inilah sekelumit ucapan yang keluar dari Ndolar dalam mengakhiri tulisan oini. " I love you full..terus slemania jangan marah donk,kita kalah 6-2,ya, itulah sepak bola. Tapi saya akan cetak gol lagi besok ".
Ndolar berpesan buat Slemania, berilah dukungan pada saya dan tim PSS, jangan patah semangat dalam mendukung tim, saya akan bawa PSS lebih baik" pesannya singkat.
Setelah saya menuliskan ini, Ndolar tampak tersenyum, "malu ah lihat nya. Udah kamu aja yang baca " celotehnya denagn saya.
Setelah agak lama saya bersama dengannya, saya pun pulang dengan ia iringi hingga ke depan pintu, " Oke Mr.Aris, jangan sungkan, jika mau ke sini lagi" canda nya sambil menggoda saya.
Ya, itulah sedikit cerita di balik kunjungan saya menghambiri pemain kita, Ndolar Blaise. Kesan yang tak pernah terlupkan selamanya. Pemurah, penuh canda dan bersahabat.Itulah Ndolar Blaise.
[ by : susilo aris nugroho ]


