08 August 2004
Motivasi pemain kini sedang dalam puncaknya. Penampilan gemilang di surabaya dan di Lamongan patut untuk terus di kondisikan oleh seluruh pemain dan pelatih. Tak terkecuali prestasi itu harus di buktikan lagi saat PSS menjamu tim tamu dari Jawa Timur lainnya, Deltras Sidoarjo.
Marcello dkk harus bisa memanfaatkan partai kandang ini dengan sebaik mungkin dengan meraih kemenangan. Sejauh ini, Deltras adalah tim yang belum menunjukkan tajinya seperti halnya di musim lalu. Namun kemenangan 4-0 yang di raih Deltras atas Persib Bandung akhir pekan ini, mengindikasikan bahwa tim ini mulai menemukan kepercayaannya. Tim yang berjulukan The Lobster ini paling tidak akan bermain dengan ngotot untuk bisa mencuri point di Tridadi.
Bangkitnya mental pemain Deltras ini kudu di antisipasi oleh seluruh pemain PSS. Gelandang Ebanda Timothe serta pemain lincah Jefri Dwi Hadi harus di matikan peranannya dalam memobilisasi penyerangan. Apalagi kedua pemain ini masing-masing menyumbangkan gol ketika Deltras menekuk Persib.
Tugas berat lainnya adalah mengawal dua bomber timnas yang di miliki Deltras, Jainal Ikhwan dan Jimmi Suparno. Meski keduanya belum meyakinkan, namun pelatih Yusak Sutanto bakal mempercayakan kepada keduanya sebagia target man dalam menjebol gawang Joice Sorongan. Serta kudu mengantisipasi seluruh pergerakan pemain lawan.
PSS Tanpa Anderson
Namun sayang. Perjuangan Seto Nurdiantoro di depan Slemania ini harus tampil minus bek handal Anderson da Silva. Pencetak gol tunggal ke gawang Hendro Kartiko sekaligus menghantarkan PSS menekuk Persebaya Surabaya di depan publiknya. Anderson kini harus puas duduk di tribun setelah ia mengantongi 2 yellow card saat PSS tandang melawan Persebaya dan Persela.
Meski demikian, Daniel Roekito tidak begitu merisaukan absennya Anderson. Di skuad Laskar Sembada ini masih menyimpan M. Soleh yang siap menggantikan peran Anderson di barisan pertahanan bersama Kahudi WW dan Nugroho Andrianto. Setidaknya, dengan materi tim yang ada saat ini, Daniel Roekito mesti jeli merotasi pemain yang ia punyai. Kelengahan dalam menyusun startegi permainan menjadikan PSS harus waspada dengan sistem kompetisi yang super ketat ini. Faktor kelelahan pemain haruslah tetap di pertimbangkan. Jika ini tidak di lakukan pelatih, di khawatirkan cidera pemain akan membayangi mereka dan di khawatirkan akan mempengaruhi kondisi psikologis.
Dan kinilah saatnya. Target ponit penuh di setiap laga kandang mesti wajib di raih untuk tetap bersaing memperebutkan mahkota tahta terhormat. Suplai-suplai bola kepada penyerang PSS harus terus di berikan agar dapat mencetak gol sebanyak mungkin oleh kedua sayap serta dari dorongan bola line tengah.
Laga kandang ini pun setidaknya menjadi ajang pembuktian bagi Eksan untuk mendapatkan tempatnya kembali setelah lama ia harus puas di tempat kedua di bawah bayang-bayang duet Marcello-Leke. Gol pemain asal Kulon Progo yang sudah membela PSS sejak berada di divisi II ke gawang Persijatim ini, menandai kini Eksan telah kemabali dan siap bersaing merebut posisi yang lama menghilang. Bisakah? Buktikan, Eksan!
[ by : aris ]


