Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

Surabaya – Jogya, ……via Lamongan

04 August 2004

Mengawali putaran ke-2 kompetisi Divisi Utama X, kekuatan “The Slems” PSS Sleman benar-benar menjadi momok bagi lawan-lawannya, tak terkecuali Persela Lamongan yang akan dihadapi pada partai tandang PSS Laskar Sembada hari Kamis (5/8) di Stadion Surajaya Lamongan

Taktik dan strategi yang diterapkan sang pelatih Daniel Roekito saat mengalahkan Persebaya Surabaya 1-0 di Stadion 10 Nopember, PSS Laskar Sembada telah berhasil menerapkan gaya sepak bola modern. Artinya, dengan memiliki kekuatan pertahanan yang kuat dan solid akan membuat frustasi striker lawan. Dan lini belakang PSS Sleman yang digalang Anderson da Silva, Nugroho Adiyanto dan Kahudi telah berhasil dalam menterjemahkan arti pertahanan, begitu juga dengan mobilitas dan kreativitas Deca dos Santos, Seto Nurdiantoro dalam mendukung serangan sayap lewat Slamet Riyadi di sektor kiri maupun M-Ansori disektor kanan mampu menanfaatkan celah yang sedikit terbuka disektor gelandang bertahan lawan. Serangan yang dibangun secara sporadis, cepat dan terkoordinasi adalah kunci sekses PSS Sleman dalam mengatasi permainan ngotot Persebaya Surabaya

Akankah PSS Sleman juga sukses saat dijamu Persela Lamongan ?
Setidaknya, Persela Lamongan akan melakukan segala cara untuk membendung attaching football yang akan diperagakan Deca dos Santos dkk. Pengalaman pada putaran pertama saat Persela Lamongan dipecundangi 4-1 di Stadion Tridadi Sleman, tentu menjadi pelajaran bagi Riono Asnan untuk menempatkan Kleber Santos dan Christiano Santos dalam mewaspadai dan mematikan pergerakan striker Marcello Braga dan Feirerra Leke dos Santos yang menjadi target gol PSS Laskar Sembada

Permainan long passing dan bola-bola atas diperkirakan akan menjadi andalan lini tengah Persela Lamongan yang ditempati Jatmiko, Amshar Reza atau lewat gelandang enegik Charles Putiray disektor kiri dalam upaya membongkar lini pertahanan PSS Laskar Sembada, penempatan dua penyerang Persela Lamongan Oscar Aravena dan Jorge Rodriguez Guzman harus diwaspai oleh Kahudi disektor pertahanan sebelah kiri, karena tandukan kepala Oscar Aravena di areal-16 dapat membahayakan gawang Joice Sorongan

Sebaliknya, kelemahan Persela Lamongan disektor gelandang bertahan dan lini tengah yang ditempati Bambang Sumantri dan Eko Budiarto harus dapat dimanfaatkan oleh second legs PSS Laskar Sembada untuk memancing Kleber Santos keluar dari kotak pinalti, atau lewat umpan tarik gelandang serang PSS Laskar Sembada Slamet Riyadi disektor kiri dan M-Bagong Ansori dikanan setidaknya akan memberikan kesempatan kepada Deca dos Santos dan Seto Nurdiantoro untuk melakukan individual foot ball dan tendangan keras diluar kotak pinalti bila Feirerra Leke dos Santos dan Marcello ‘Lowo Ijo’ Braga menemui jalan buntu dalam usahanya membobol gawang Persela Lamongan yang dijaga choirul Huda

Hasil yang bagus saat PSS Laskar Sembada melakukan pertandingan tandang mengalahkan Persebaya Surabaya merupakan cacatan tersendiri dan modal kepercayaan diri dalam melakoni pertandingan tandang di Lamongan. Harapan kita semua semoga PSS Laskar Sembada dapat memenangkan pertandingan atau bermain seri adalah hasil yang layak dibawa pulang, apalagi lawatan “The Slems” PSS Sleman kali ini akan diikuti tour Slemania, …….. Semoga

[ by : mazSri_qq ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar

suhu aceng di jakarta | 05 Aug 2004 09:32:15
sekedar urun rembug. saya tingal dai jakarta, sehingga anya bisa nonton lewat TV. Mungkin strategi cina waktu lawan INdonesia bisa dipakai PSS, yaitu sebagai variasi serangan lewat sayap sampai ke sudut. maksudnya bola yang dibawa anshori maupun slamet riyadi tidak harus selalu dilepaskan saat masih di tengah, tapi sebagai variasi dibawa dulu sampai sudut baru dlepaskan. cara itu mungkin baik karena (1) sayap PSS secara teknis sanggup dan memiliki kemampuan duel satu lawan satu, (2) umpan silang dari dekat sudut relatif susah dibaca lawa, dan (3) second striker bisa optimal, karena sejauh ini striker PSS (braga dan eksan) selalu dikunci mati oleh bek lawan. bravo