23 April 2004
Misi balas dendam, barangkali begitulah target PSS Sleman dalam lawatannya ke Stadion Manahan untuk menghadapai tuan rumah Persiajtim Solo FC pada lanjutan Liga Divisi Utama X yang akan digelar hari Minggu (25/4)
Berada pada posisi 6 dengan 21 point, sebenarnya belum cukup aman bagi PSS Laskar Sembada untuk mempertahankan posisi papan atas sampai putaran pertama, mengingat 3 laga yang akan dijalani semuanya merupakan pertandingan tandang. Sehingga membidik nilai penuh melawan Persijatim Solo FC atau setidaknya bermain draw harus dapat di wujutkan
Balas kekalahan….! Tekad itulah yang diusung PSS Laskar Sembada, karena setahun silam di Stadion Mandala Krida Yogyakarta PSS Sleman dipermalukan 1-2 dihadapan pendukung sendiri.
Ironisnya, justru penentu kemenangan Persijatim Solo FC dicetak Fajar Listianto yang sekarang membela PSS Sleman
Tentu kekalahan tersebut masih menyisakan luka dan kenangan yang belum terlupakan bagi PSS Laskar Sembada, terlebih bagi talenta muda Fajar Listiantoro
Mesti sering dibangku cadangkan dan baru sebatas pemain pengganti, penampilan Fajar Listianto yang beroperasi disektor gelandang kanan sudah mampu beradaptasi dan menjalin kerja sama yang apik dengan M Ansori, Seto Nurdiantoro dan Deca dos Santos. Daya jelajah dengan tipical destoyer dan kemampuan bertarung dilini tengah, dengan akselerasi yang eksplosif dan ditunjang stamina yang prima, Fajar Listianto mampu berperan sebagai pemain jangkar dalam memperagakan attaching football bila PSS Sleman mengalami tekanan.
Persijatim Solo FC, memang sedang naik daun. Seletah ditinggal pelatih Yusack Sutanto, Persijatim Solo FC justru menuai hasil yang lumayan. Rupanya pelatih anyar Erick Williems memaksakan untuk menerapkan pola permainan dengan mengandalkan serangan yang dibangun dari bawah. Sayang, lini tengah yang di tempati Piko, Eka Ramdani dan Ayouk belum terkoordinasi dengan rapi, sehingga permainan dengan mengandalkan speed and power masih sering diperagakan oleh Modestus dan Andriano dari sektor pertahanan
Kondisi yang demikian, setidaknya sang arsitek PSS Sleman Daniel Roekito harus selalu waspada dan wanti-wanti kepada Nugroho Adyanto, Anderson da Silva dan Kahudi Wahyu untuk selalu waspada mempertahankan zona marking terhadap long passing, dan setidaknya duel bola-bola atas akan terjadi disektor pertahanan PSS Laskar Sembada
Kalau saja Alexander Leke, Seto Nurdiantoro dan Fajar Listianto lebih tenang dalam penyelesaian akhir, kemungkinan PSS Sleman mencuri point dapat direalisasikan.
Tinggal beranikan Daniel Roekito men line-up Fajar Listianto sebagai starter?
“Seandainya saya dimainkan oleh pelatih, kesempatan mencetak gol akan saya pergunakan sebaik-baiknya”
“Setidaknya lewat umpan matang saya, PSS Sleman dapat mencetak gol dan gol tersebut akan saya persembahkan buat Slemania” demikian tekat yang dilontarkar ‘si-anak manis’ Fajar Listiantoro
Siapa dapat membantu Fajar Listianto …….?
[ by : sri_qq ]


