15 April 2004
Kekecewaan “The Slems” PSS Sleman masih terasa dibenak pemain, pelatih dan supporter Slemania, karena ambisinya untuk menghancurkan Persebaya Surabaya dikandang sendiri tertunda lantaran penundaan jadwal kompetisi
Semua program, taktik dan strategi yang telah disusun sang arsitek PSS Sleman Daniel Roekito menjadi berantakan
Namun kekecewaan janganlah sampi berlarut, Ambisi membara yang telah tertambat dibenak para pemain PSS Sleman untuk merebut kemenangan sekaligus menjungkalkan Persebaya Surabaya dapat dilampiaskan pada hari Minggu, (18/4) di Stadion Tridadi Sleman. Dengan kata lain, Persebaya Surabaya harus tetap luluh lantak oleh ambisi “The Slems” PSS Sleman
Peluang PSS Sleman untuk memperlihatkan keperkasaan dan merebut kemenangan lewat ‘home advantage’ saat menjamu Persebaya Surabaya sangat besar, meski pada partai tunda tersebut PSS Sleman dipastikan tidak diperkuat striker Marcello Braga. Tetapi motivasi dan semangat yang diusung M ‘Bagong’ Ansori, Anderson da Silva, Seto Nurdiantoro, Yuniarto Budi, Alexander Lexe, Deca dos Santos dan semua pemain tidak boleh mengendor sedikitpun
Ya, semangat harus tetap berkobar, mengingat pertandingan nanti akan menjadi penting bagi PSS Sleman untuk mengejar kampolista diputaran pertama, sekaligus memproklamerkan kepada persepakbolaan nasional bahwa PSS Laskar Sembada adalah predator bagi tim-tim besar sekelas Persebaya Surabaya
Tidak mudah…! Tentu, mengingat Persebaya Surabaya datang ke kandang Elang Jawa tidak ingin dikalahkan seperti halnya Persita, Persikota dan Persib Bandung. Meskipun tekat pelatih Persebaya Jackson F Tiago tidak muluk-muluk dan hanya menargetkan mencuri angka, namun bisa berarti itu menjadi satu ancaman bagi PSS Sleman
Permainan ‘gaya surobayan’ dengan mengandalkan serangan lewat Danillo Fernando dan Anang ma’ruf disektor kanan serta Ricardo Ramos disisi sebelah kiri diperkirakan masih menjadi andalan untuk mendobrak pertahanan PSS Laskar Sembada, setidaknya Wahyu Teguh dan Yuniarto Budi harus pandai-pandai mengantipasi long passing menyilang yang menjadi pola permainan Persebaya. Kecepatan dan kejelian Kurniawan Dwi Yulianto, serta keberanian Christian Carrasco dalam duel-duel bola atas harus mendapat perhatian Andersen da Silva dan Nugroho Ardianto
Meskipun demikian, Centre Line PSS Sleman yang ditempati Seto Nurdiantoro, Deca dos Santos dan Yuniarto Budi diperkirakan masih dapat memenangkan perebutan lini tengah untuk memainkan bola datar dalam membangun serangan cepat melalui umpan-umpan pendek. Dan setidaknya setelah melewati Bejo Sugiantoro, second striker PSS Laskar Sembada sudah dapat melakukan tendangan first time untuk mengoyak jala Persebaya yang dikawal Hendro Kartiko. Hal tersebut perlu dilakukan, bilasaja ‘si-burung nazar’ M-Eksan dan Alexander Leke memenuhi kebuntuan dalam upaya mencetak gol
Yang menjadi pertanyaan, beranikah Jackson F Tiago menurunkan Uston Nawawi sebagai play maker? Sangat riskan tentunya, mengingat gelandang bertahan Persebaya Surabaya tidaklah istimewa, pengalaman pada saat Persebaya Surabaya dihajar 0-3 oleh PSMS Medan akibat rapuhnya dilini gelandang bertahan. Dan kemungkinan Persebaya Surabaya me-line up Andri Budianto dan Ricardo Ramos sebagai gelandang bertahan serta memarkir Uston Nawawi, harus sudah diantisipasi oleh Daniel Roekito
Kalau saja, M-“Bagong” Ansori dan Seto Nurdiantoro dapat memanfaatkan titik lemah Persebaya disektor kiri, kemungkinan Alexander Leke dkk untuk memenangkan pertandingan sekaligus membayar kekecewaan PSS Sleman atas partai tunda tersebut sangat dimungkinkan
Sekarang Daniel Roekito harus memutar otak, bukan lantaran dilini depan tidak ada Marcello, melainkan bagaimana mempertahankan motovasi dan ambisi yang membara untuk menghancurkan “Bajol Ijo” dapat diwujudkan di depan pendukung Slemania
Selamat berjuang, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkahi usaha “The Slems” PSS Sleman untuk memenangkan pertandingan, semoga ……
[ by : sri_qq ]


