12 March 2004
“The Slems” PSS Sleman memiliki peluang untuk merebut scudetto atau juara Liga Divisi Utama X, jika skuad Laskar Sembada ini segera melakukan evaluasi. Berada pada posisi 4 klasemen sementara dengan nilai 20, PSS Sleman belum menunjukkan performance yang optimal, dengan hanya berhasil memasukan 13 gol dan kemasukan 11 gol, sebuah bukti bahwa produktifitas lini depan yang ditempati Marcello Braga, M-Eksan atau Francis Wollo belum memperlihatkan striker yang berkarakter hungry for gol
Belum sembuhnya cidera yang dialami Francis Wollo jelas mempengaruhi ketajaman PSS Sleman, apalagi dalam 3 pertandingan tandang Marcello Braga harus absen akibat hukuman PSSI, praktis PSS Sleman hanya menyisakan M-Eksan, dan kondisi ini sangat riskan untuk menunjang produktifitas gol. Kalaupun Seto Nurdiantoro telah mengoleksi 3 gol, adalah sebagai bukti bahwa fungsi second striker bersama Deca dos Santos dan Alexander Leke sudah terbentuk
Yang perlu dievaluasi secara fokus, adalah barisan gelandang bertahan disebelah kiri. Kahudi, Wahyu Teguh selalu menjadi titik terlemah dalam mengantipasi serangan lawan, keterlambatan Wahyu Teguh dalam menutup pertahanan sering kerepotan jika lawan melakukan counter attach dengan crossing pass, dan kondisi tersebut sangat kontras jika dibandingkan dengan sisi kanan yang ditempati M-Ansori, Andenson da Silva dan Bona Simanjuntak. Di sektor kanan inilah dapat dijadikan contoh permainan sepak bola modern dalam melakukan serangan yang terorganisasi, rapi dan punya kecepatan
Dalam mengantisipasi jadwal pertandingan yang padat dan keras, setidaknya pelatih PSS Sleman Daniel Roekito dapat melakukan sistem rotasi pemain. Fajar Listianto, M-Sholeh, Sofyan Morhan ataupun Slamet Riyadi sudah saatnya diberikan porsi latihan dan sering diturunkan sebagai pengganti, sehingga diharapkan PSS Sleman mempunyai pemain lapis kedua yang sama kualitasnya jika bermain kandang ataupun bermain tandang
Satu hal yang perlu didandani PSS Sleman adalah mental bertanding. Kebiasaan terlambat panas dan kurang in-nya pada awal kick-off juga harus menjadi bahan evaluasi, sehingga karakter pemain diharapkan tetap mempunyai kepercayaan diri tanpa harus mengukur kekuatan lawan. Dengan berpedoman percaya akan kemampuan sediri, diharapkan skuad Elang Jawa dapat bermain dengan tenang, lepas dan tertanam kepercayaan diri sebagai karakter pemain profesional
Dan, kalau pemain PSS Sleman sudah tertanam karakter mental bertanding, sisa pertandingan akan dapat dimenangkan, tanpa harus mengukur kekuatan lawan yang akan dihadapi. Semoga masa libur ini dapat dipergunakan sang pelatih Daniel Roekita untuk berbenah menuju go to gol menggapai scudetto.
[ by : sri_qq ]


