Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

Meski Menang Tapi Kurang Menggigit

23 February 2004

Sorak sorai gemuruh suporter Slemania di stadion Tridadi menyambut gol dari sang maskot “super” Seto Nurdiantoro di menit ke 26 patut terus di dengungkan pada pertandingan selanjutnya. Ya.. meski PSS menang, tetapi masih menyimpan banyak kendala bagi pemain untuk bisa menceploskan bola ke gawang lawan. Terbukti, meski tim lawan Semen Padang bermain dengan sepuluh pemain setelah Antonio Claudio di ganjar kartu merah pada menit ke 5 di babak kedua tetapi pemain PSS malah kewalahan menghadapi permainan anak kerabu sirah ini.

Tim asuhan Imam Suhatman ini nyaris menyamakan kedudukan lewat tendangan striker handalnya, Nico Susanto dari luar kotak pinalti di menit ke 39 babak kedua. Tembakan keras yang di lakukan Nico itu hanya membentur mistar gawang Joice Sorongan. Selebihnya tim PSS malah terpaku dan terpancing dengan permainan yang di kembangkan oleh Semen Padang. Permainan monoton dan terkesan individualis yang di peragakan Yuniarto Budi tak menjadikan skor berubah.

Aksi permainan PSS sebenranya cukup merepotkan barisan pertahanan Semen Padang yang di galang oleh Romy Dias Putra dan Suyatno. Namun nampaknya Marcello Braga yang di duetkan dengan Leke masih sering salah pengertian dan hanya membuang peluang dengan percuma.

Aksi jempol justru di peragakan oleh Tim besutan mantan pelatih Futsal Imam suhatman ini, meski tertinggal, namun semangat jelajah yang di miliki Carlos Renato Elias ini sedikit membuat pemain belakang PSS kedodoran. Anderson da Silva malah terpancing dan di hukum dengan di berikannya Kartu Kuning oleh wasit Suprihatin.

Dengan hasil kemenagan tipis 1-0 atas Semen Padang ini, Daniel Roekito meski waspada untuk mengahadapi Persita Rabu mendatang. Apalagi Persita kini sudah mulai bangkit dengan menahan imbang 2-2 atas tuan rumah PSIS Semarang.

Setidaknya pekerjaan rumah masih harus di kerjakan sang arsitek Daniel REoekito, masalah finising pemain masih kurang dan terkesan agak kurang tenang dalam penyelesaian akhir ini. Bisa jadi jika ini tidak segera di lakukan bukan tidak mungkin Persita akan merajalela di Traidadi.

[ by : aris ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar

walji di jogja | 23 Feb 2004 23:02:19
walaupun menang tipis jangan mengendorkan semangat para pemain dan juga slemania.
maspher di minomartani | 24 Feb 2004 02:00:43
bener......ayo pss latihane seng serius. Mosok maen pelem wae iso, maen bal seng wes pirang-pirang tahun ra iso. tunjukkan kalo wong ndeso juga bisa berjaya.
adhit di kota baja | 24 Feb 2004 19:37:56
perlu evaluasi tentang pola 4-4-2 yang dikembangkan Daniel Roekito, pola tersebut perlu didukung wingback dan gelandang serang yang eksposif dan bertipe destoyer. permainan cantik dari kaki-kekaki yang menjadi khas pss sleman kelihatannya cocok dengan 3-5-2, menguasai lini tengah berarti memudahkan untuk menyerang dan second striker besar manfaatnya dalam menciptakan peluang gol. masihkah 4-4-2 dimainkan ......? kayaknya Daniel Roekito perlu belajar dari liga spanyol.
sigit di jakarta | 24 Feb 2004 21:00:12
maju terus PSS pantang mundur, dari jauh aku mendoakanmu
tenggeng di jakarta selatan | 25 Feb 2004 14:57:44
Permainan PSS sekarang kurang bagus sejak dipegang daniel.sektor sayap kiri yang ditinggalkan anton perlu diisi dengan talenta yang bagus,berani menusuk kepertahanan lawan.jangan si wahyu teguh.kurang joss.