04 February 2004
Kenapa sih pada saat PSS menggelar pertandingan di kandang pada musim Kompetisi Ligina X ini stadion tidak pernah penuh? Barangkali itu adalah pertanyaan untuk Panitia Pelaksana Pertandingan ( Panpel ) PSS Sleman untuk segera membahas dan mengkaji ulang harga tiket masuk ke Stadion Tridadi. Apalagi pada tanggal 14 Maret yang akan datang akan digelar pertandingan tunda antara PSS melawan Persebaya, dan dipastikan akan dijubeli oleh ribuan penonton, karena pertandingan itu digelar secara gratis.
Suporter merupakan nyawa yang paling utama dari setiap tim yang sedang bertanding. Akan terasa hambar dan monoton suatu pertandingan sepakbola bila digelar tanpa adanya penonton. Hal itulah yang nampaknya dialami oleh kebanggan kita PSS Sleman.
Sebenarnya harga tiket yang diberikan oleh Panpel tidak terlalu mahal, tetapi karena sebagian besar SLEMANIA itu adalah pelajar dan mahasiswa sehingga sangat memberatkan bagi mereka yang hanya mempunyai sangu “cupet”. Menurut sumber dari beberapa SLEMANIA, ada yang bilang, “Wah, nek regane tiket larange ngene, sanguku sewulan enthek nggo nonton bal thok kie.”( Wah, kalau harga tiket mahal begini, uang jajanku sebulan habis buat nonton sepakbola aja nih. ).
Bahkan, Ketua Umum Slemania sendiri, Mas Wahyu, juga sempat mengatakan bahwa tiket masuk pertandingan PSS di stadion Tridadi terlalu mahal. Sehingga dampaknya akan berpengaruh kepada jumlah suporter yang menonton pertandingan itu. Bila Panpel berani menurunkan tiket pertandingan, akan dapat dipastikan stadion Tridadi akan dipenuhi oleh ribuan SLEMANIA.
[ by : Herlin ]


