Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

Kenapa Lagi, PSS...?

08 January 2004

Pelatih Baru, yang semestinya menjadi peramu tim yang jitu untuk mendongkrak prestasi tim dari keterpurkan, malah sebaliknya. Meski tampil tidak terlalu jelek dan terus menekan pertahanan lawan, PSS Jogjakarta kembali gagal menuai angka sempurna dalam lanjutan kompetisi Liga Bank Mandiri X, Rabu 7/01, dan harus kembali berbagi angka 0-0 dengan tim tamu Persipura.

Tampil di hadapan ribuan Slemania, PSS Sleman pada babak pertama menurunkan duet striker M.Eksan dan Fajar Listiantoro terus menekan ke jantung pertahanan lawan. Seto Nurdiantoro mengawali mendapatkan peluang ketika babak pertama masih berjalan dua menit. Sayang, tendangan kerasnya masih melenceng ke arah kanan gawang Persipura.

Peluang emas kembali di dapatkan PSS ketika Wahyu Teguh di jatuhkan di luar kotak pinalti sebelah kanan gawang persipura. Namun kembali peluang emas di menit ke-5 ini masih gagal di selesaikan Wahyu setelah tendangan bebasnya hanya menyentuh mistar atas gawang lawan.

Slamet Riyadi, pencetak gol ke gawang PSM Makasar pada pertandingan perdana beberapa hari yang lalu hampir saja memaksa kiper lawan memungut bola dari gawangnya jika saja tembakan keras umpan dari rusuk kiri Seto yang di teruskan Fajar tidak di blok oleh kiper Persipura. Dan Gol akan terjadi di menit ke-38 jika saja sundulan Eksan yang menerima umpan sepak pojok tidak segera di tepis kiper.

Sebaliknya Persipura, tim asal Papua yang kini di poles mantan pelatih PSS di Liga X, Yudi Suryata, juga gencar melakukan serangan baliknya. Di komandoi kapten Eduard Ivak Dalam, di menit ke-7 sebenarnya Persipura mendapatkan peluang yang cukup baik, tapi umpan tarik dari Eduard ini gagal di selesaikan dengan baik oleh Trever Duaramuri, bola hanya melambung 1 meter di atas mistar PSS yang di jaga Joice Sorongan.

Tidak hanya sampai di situ, tim mutiara hitam ini terus menekan pertahanan PSS. Terbukti di menit ke 19 kemelut di depan gawang PSS menjadi kan gol jika saja Libero PSS Nugroho Andriyanto tidak cepat-cepat membuang bola keluar lapangan. Dan peluang datang lagi di menit 32 lewat Sonny Papara yang lepas dari kawalan Anderson da Silva, tembakan kerasnya masih bisa di tepis oleh Joice Sorongan yang sore itu layak menjadi pahlawan PSS dan layak di acungi jempol karena penampilan yang memukau dan banyak menggagalkan serangan lawan.

Nyaris memang, pada babak pertama ini PSS seolah terkukung dalam irama permainan Persipura dan kalah dalam penguasaan Bola.

Berbeda pada babak kedua, Daniel Roekito, arsitek PSS memasukkan Marcello dan Farncis Wollo kemudian menarik keluar Salamet Riyadi dan M. Eksan. Di awal babak ke dua inilah PSS kembali menemukan permainan terbaiknya. Masuknya Duet Wolloo-Marcello seringkali membahayakan gawang lawan dan selalu menciptakan peluang-peluang emas baik itu yang di hasilkan oleh Marcello, Seto maupun Wollo sendiri. Namun karena kurang tenangnya dalam penyelesaian akhir lagi-lagi peluang yang se"abrek"itu selalu gagal di kaki pertahanan Rani Wabia dkk.

Sampai wasit M.Zainuri meniup panjang peluitnya, hingga berakhirnya pertandingan ini, skor tidak berubah 0-0 dan kedua tim harus menerima hasil seri ini walaupun keduanya sering menciptakan beberapa peluang. Wasit asal Malang ini memberikan kartu kuning masing-masing untuk Kahudi WW, Fajar (PSS) dan Eduard Isir, Eduard Ivak Dalam (Persipura)

Sungguh ironis memang, tampil dengan banyak penguasaan bola PSS kembali menuai hasil draw pada laga kedua ini, layak sebagian Slemania kecewa, yaaa ada apa dengan PSS..???

(PSS) Joice Sorongan, M,Ansori, Wahyu Teguh,/Andri Siswanto Nugroho Andriyanto, Kahudi WW, Anderson da Silva, Yuniarto Budi, Seto Nurdiantoro, Slamet Riyadi/ Marcello Braga, Fajar listiantoro, M.Eksan/Wollo.

[ by : susilo aris nugroho ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar