05 January 2004
Pertandingan perdana liga pro X yang di buka Minggu, 04/01 oleh ketum PSSI Nurdin Khalid dan di pusatkan di stadion Brawijaya Kediri berlangsung sukses dan menarik. Acara pembukaan itu di kemas dengan menampilkan beberapa atraksi kebudayaan setempat dengan suguhan dan gaya khas ala kediri.
Tetapi pesta rakyat Kediri itu tidak di barengi dengan kemenangan Persik. Persikmania yang tahun lalu merayakan juara kali ini harus duduk tak berdaya melihat tim kesayangannya di tekuk di hadapan mereka oleh PKT dengan skor 1-2. Seolah tak kuasa membendung emosi, sebagian Persikmania melampisakan dengan membakar bendera-bendera.
Sementara itu di Jakarta, Pertandingan Persija vs Persita berlangsung kisruh antar pendukung, Jakmania dan Benteng Viola. Kisruh itu di mulai ketika kiper Persita,Kurniawan menghajar pemain Persija, Budi sudarsono. Merasa di perlakukan begitu, rekan setim Budi membalasnya. Kisruh itu tidak hanya terjadi pada pemain, tim offisial kedua kesebelasn pun sama terlibat hingga mencapai puncaknya pada suporter meraka. Tercatat banyak suporter yang terluka dari aksi tersebut.
Lain halnya yang terjadi di Sleman, meski pertandingan sempat di tunda akibat hujan, namun suporter Slemania tetap beralaku suportif dan atraktif. Betapa tidak. Slemania yang di pimpin leader Roy Swandaru terus meneriakkan yel-yel dan terus memberikan semangat kepada pemain PSS meski harus di guyur hujan. Merekapun tidak meningglakan tempat sampai wasit menghentikan pertandingan.
Pertandingan PSS vs PSM ini sempat tersebar isu akan terjadi kerusuhan karena mahalnya tiket masuk pertandingan. Namun sebuah kedewasaan yang ada pada diri Slemania sudah tumbuh, mereka tetap semangat dan tak kenal patah semangat untuk terus mendukung PSS. Bahkan ketika ada di dalaam stadionpun Slemania bisa berlaku tertib dan tidak mengacaukan jalnnya pertandingan
yaaa..harusnya begini menjadi suporter, kreatif, suportif dan menolak tegas anarkhisme....salut wahai engkau Slemania
[ by : aris ]


