02 January 2004
Musim lalu, PSS bisa bertengger di papan atas. Namun, kepergian Maully Lesy dan Anton Hermawan agaknya cukup membuat tim Elang Jawa goyah. Buktinya dalam turnamen segi tiga di Indramau, mereka kalah dari Pelita KS Cilegon dan Persita Tangerang.
“Ukuran paling jelas adalah kualitas pemain. Jika materianya pas-pasan, mereka pasti sulit bersaing” ujar Risnandar, pengamat asal Bandung.
Demikian sepenggal kalimat yang dilansir dari tabloid olah raga Bola terbitan Selasa (30/12/03). Dan mungkin, masih banyak lagi pengamat sepak bola negeri ini yang mempunyai prediksi yang sama dengan Risnandar. Sebut saja Ronny Pangemanan, John Halmahera, Ardiman Kotto, Sinyo Aliandu atau bahkan Ivan Kolev sekalipun. Mereka akan mempunyai penilaian yang sama, bila ukuran keberhasial tim-tim peserta Liga Divisi Utama X, didasarkan sebatas pemain bintang. Bagi PSS Laskar Sembada, prediksi tersebut perlu suatu pembuktian, dan kebetulan lawan yang akan dijamu PSS Sleman di Stadion Tridadi Sleman pada hari Minggu (4/01) adalah PSM Ujung Pandang, yang secara kebetulan pula tim dari Makasar ini termasuk yang diprediksikan calon menjadi juara.
Menghadapi PSS Sleman, diperkirakan pelatih PSM Ujung Pandang Miroslav Janu akan berusaha untuk memenangkan perebutan lini tengah, dengan mengandalkan Punaryo Astaman, Ronald Fagundez dan Stevenson. Tetapi untuk menguasai lini vital ini tidaklah mudah, mengingat PSS Laskar Sembada menempatkan Yuniarto Budhi, Wahyu Teguh dan Seto Nurdiantoro dengan dukungan play maker Deca dos Santos yang mempunyai daya jelajah dan mampu menjadi inspirator dan mobilisator dalam membantu pertahanan maupun penyerangan. Dan, bilamana pemain-pemain PSM Ujung Pandang tidak mampu melewati lini tengah ini, maka lewat kepiawaian Francis Wollo yang akan menjadi tandenya si burung nazar M-Eksan pertahanan PSM Ujung Pandang yang digalang Ortizan Salosa, Paulus Krey dan Zain Batola akan mendapat gempuran-gempuran yang sewaktu-waktu dapat membahayakan gawang PSM Ujung Pandang yang dijaga Budiman Buswir untuk terciptanya gol.
Memang, pola permainan PSS Sleman 4-4-2 yang diterapkan sang arsitek Daniel Roekito sangat memungkinkan bagi wing back M-Ansori di kanan, maupun Nugroho Adyanto di kiri untuk membantu serangan lewat long passing. Tetapi striker PSM Ujung Pandang yang ditempati Christian Gonzales dan Brunno Herrera harus tetap diwaspadai, terutama kepada kedua stopper Anderson da Silva dan Kahudi yang memang dikenal sebagai tukang jegal-nya PSS Sleman.
Pertandingan perdana, biasanya akan berlangsung dengan penuh kehati-hatian dan kedua tim akan sama-sama melakukan safety, tetapi bagi PSS Sleman meraih angka penuh didepan publik supporter fanatik Slemania sangat diharapkan, sebagai modal kepercayaan guna menghadapi pertandingan berikutnya, sekaligus sebagai pembuktian bahwa Elang Jawa sanggup berprestasi, tidak seperti yang diprediksikan Risnandar maupun para pengamat sepak bola di negeri ini, bukankah begitu ......
[ by : sri_qq ]


