18 November 2003
Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Nurdin Halid, mengumumkan susunan pengurus PSSI masa bakti 2003-2007, di kediamannya, Cibubur, Jakarta, Senin (17/11) malam. Susunan pengurus tersebut secara total terdiri atas 45 orang pengurus harian, 17 orang dewan penasehat, 19 dewan pakar dan sembilan tenaga profesional.
Usai mengumumkan susunan ‘Kabinet’-nya, Nurdin Halid mencanangkan ‘Panca Harapan’ yang meliputi memperjuangkan bersama secara nyata profesionalisme sepakbola nasional Indonesia, memperkokoh etika kompensasi yang ditandai dengan tegaknya peraturan persepakbolaan Indonesia, menjunjung tinggi asas fair play dan sportivitas sebagai roh permainan sepakbola di Indonesia, memberantas berbagai pelanggaran, mafia wasit dan pengaturan skor pertandingan, memerangi Narkoba sebagai musuh bangsa dan wabah berbahaya bagi persepakbolaan nasional Indonesia.
Sedang dilihat dari nama-nama yang masuk dalam susunan pengurus, Nurdin melakukan gebrakan dengan memasukkan beberapa politisi ternama. Seperti salah seorang calon presiden dari konvensi Partai Golkar, Wiranto, menjadi Ketua Dewan Penasehat.
Wiranto didampingi politisi lainnya, seperti Agung Laksono (Golkar), Oesman Sapta (Fraksi Utusan Daerah), Roy BB Janis (PDIP), Taufiqqurahman Saleh (PKB), Tjahjo Kumolo dari PDIP dan Setya Novanto bendahara Golkar.
Politisi lain yang masuk dalam komposisi personalia tokoh muda Golkar Idrus Marham yang menjadi Ketua Bidang SDM, Haryanto Taslam, mantan politisi PDI sebagai Ketua Komisi Fair Play.
Jabatan strategis Sekretaris Jendral (Sekjen) diberikan pada Nugraha Besoes dan Kaharuddin Syah sebagai Wakil Sekjen. Penunjukan Nugraha Besoes sekaligus mengakhiri kesimpangsiuran posisi yang selama ini menjadi incaran banyak pihak karena dianggap strategis, seperti Trie Gustoro, M. Zein, Nugraha Besoes dan Kaharuddin Syah sendiri.
Manajer PSS Sleman yang menjadi ketua tim sukses Nurdin Halid dalam pemilihan calon Ketua Umum PSSI, diangkat sebagai Ketua Bidang Pembinaan.
Sedang Andi Darussalam Tabussala, manajer tim nasional Pra-Piala Asia, dipercaya sebagai Ketua Liga Indonesia, sebuah badan otonom yang baru dibentuk pada pengurusan sekarang ini. M Zein menjadi Ketua Bidang Tim Nasional yang juga menjadi bidang otonom seperti halnya Liga Indonesia. Dali Tahir yang selama ini dikenal punya hubungan luas, menjadi Ketua Bidang Luar Negeri. Ketua Komisi Disiplin dipercayakan pada Togar Manahan Nero yang sebelumnya Wakil Ketua Komisi Disiplin pada era Agum Gumelar.
Pengurusan lainnya, Komisi Banding Rusdi Tahir, Departemen Kompetisi GH Sutejo, Departemen Futsal Ronny Pangemanan, Departemen Pembinaan Usia Muda Ricky Yakobi. Dewan Pakar: Hariman Siregar (Ketua), Dahlan Iskan, M Nigara, Ian Situmorang, Suryopratomo dan Bramono (Nigara). Sekretaris Eksekutif John Halmahera, Direktur Teknik Iswadi Idris, Direktur Kompetisi Achwani, Direktur Perwasitan Djadja Mudjahidin, Direktur Status dan Transfer Pemain Barry Sihotang, Direktur Pembinaan Usia Muda Rulli Nere, Direktur Umum Hamka Kady, Direktur Pemasaran Andi Dahdar Saleh, Direktur Promosi Yusuf Rizal.
[ by : admin ]


