Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

Neraka bagi Barito Putra, juga disediakan di Jogya ……

12 September 2003


Kalau saja boleh berandai-andai dan membuat scenario dalam ending game Liga Divisi Utama IX 2002-2003 adalah Persik Kediri dan PSS Sleman menang, sementara PSM Ujung Pandang dan Persita Tangerang mengalami kekalahan, maka Persik Kediri mantap sebagai juara dengan 67 poin dan PSS Sleman akan menempati runner-up dengan perolehan 60 poin. Tetapi scenario tersebut tentunya sulit menjadi kenyataan, mengingat PSM Ujung Pandang dan Persita Tangerang juga mengincar posisi tiga besar, bahkan PSM Ujung Pandang dan Persita Tangerang akan memainkan partai kandang yang nota bene-nya akan didukung supporter fanatiknya sehingga sulit untuk ditaklukkan lawan-lawannya.

Barangkali, prediksi yang paling manis adalah Persik Kediri, PSM Ujung Pandang, Persita Tangrang dan PSS Sleman memenangkan pertandingan. Dan apabila prediksi tersebut menjadi kenyataan, maka posisi PSS Sleman berada pada urutan ke-4 atau dengan kata lain tim berjuluk Super Elang Jawa ini telah menorehkan prestasi yang cukup bagus dalam kiprahnya di Divisi Utama.

Yang perlu dicermati bagi Seto Nurdiantor dkk adalah sifat profesionalisme dan perjuangan pemain-pemain Barito Putra calon lawan yang akan dihadapi pada hari Minggu (14/9) di Stadion Mandala Krida, meskipun tim Laskar Antasari ini diatas kertas sudah ter-degradasi ke Divisi I, tetapi tim asuhan pelatih Rohanda ini masih menunjukkan tajinya dengan menahan imbang 1-1 pada partai tandang melawan Persijatim Solo FC.

Bagi sang pelatih Yudhi Suryata memenangkan pertandingan melawan Barito Putra adalah wajib hukumnya karena selain PSS Sleman membutuhkan nilai punuh, PSS Sleman juga tetap mempertahankan mitos bahwa Stadion Mandala Krida merupakan neraka bagi tim-tim yang berlaga di Jogya Never Ending Asia. Terlebih lagi bagi Slemania, kemenangan melawan Barito Putra merupakan kenangan tersendiri karena PSS Laskar Sembada ikut menenggelamkan Barito Putra ke dasar degradasi.

Pertandingan pamungkas PSS Laskar Sembada meladeni tamunya Barito Putra diperkirakan akan menarik untuk ditonton, mengingat kedua tim mempunyai tipe permainan yang relative sama dengan mengandalkan penguasaan centre line sebagai tumpuan untuk menyerang. Anderson da Silva dan Kahudi yang memempati stopper PSS Sleman harus tetap waspada dalam mengawal striker Barito Putra yang dipercayakan kepada Lourival Lima Filho atau yang akrap disapa Junior Lima, karena legion asal Brasil ini akan ditopang gelandang Novianto dan Bona Simanjuntak atau Nasrin Ambon. Sebaliknya bagi tim asal Kalimantan Selatan ini diperkirakan akan mendapat gempuran-gempuran dari trio gelandang destoyer PSS Sleman yang ditempati Anton Hermawan, Seto Nurdiantoro dan Deca dos Santos sebagai play maker, belum lagi striker hungry for gol Marcello Braga dan si burung nazar M-Eksan sewaktu-waktu akan mengancam gawang Barito Putra yang dijaga M-Anwar.

Slemania sebagai komunitas supporter fanatic PSS Sleman diperkirakan akan mengerahkan seluruh lascar-laskarnya untuk menyemangati dan men-support tim kebanggaannya masyarakat Jogyakarta ini, sekaligus sebagai saksi hidup dalam usahanya PSS Laskar Sembada mengukir prestasi berada diperingkat ke-4 akhir kompetisi. Seyogianya kesempatan ini dapat dimanfaatkan oleh pemain-pemain PSS Laskar Sembada untuk memenangkan pertandingan, Dan semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menyertai perjuangan PSS Sleman dalam usahanya mengharumkan kota Jogyakarta dikancah sepak bola nasional.

[ by : sri sutarto ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar