10 September 2003
Kurang beruntung ……, demikianlah barangkali komentar yang layak diberikan kepada PSS Laskar Sembada, setelah mengalami dua kali kekalahan menjelang akhir kompetisi Liga Divisi Utama IX 2002-2003 saat bertandang melawan Perseden Denpasar dan Arema Malang. Dengan kontribusi tersebut, bukan hanya membuyarkan impian sang Super Elja untuk meraih scodetto tetapi malah posisinya melorot ke urutan ke-7 dengan 54 poin dalam daftar klasemen sementara. Mungkin target yang realita dan pantas diperjuangan PSS Laskar Sembada adalah membidik the big five, itupun dengan cacatan PSS Laskar Sembada mampu memenangkan dua pertandingan kandang terakhir menghadapi Petrokimia Putra Gresik dan Barito Putra.
Bila saja PSS Sleman mampu mengalahkan Petrokimia Gresik pada pertandingan match day ke-37 yang akan digelar di Stadion Mandala Krida pada hari Rabu (3/9), setidaknya tim asuhan Yudhi Suryata ini dapat mengobati kekecewaan supporter PSS Laskar Sembada yang tergabung dalam komunitas Slemania.
Bagaimanapun juga, Petrokimia Gresik adalah juara Liga Divisi Utama VIII dan juara ke-3 Asean Club Championship 2003 dan kalau PSS Sleman mampu memenangkan dalam pertandingan tersebut, maka PSS Laskar Sembada akan menjadi killing punch atau predator sebagai tim yang pertama kali menjungkalkan Petrokimia Gresik ke jurang degradasi, bahkan menutup kesempatan untuk melakukan babak play off sekalipun.
PSS Sleman sendiri setelah gagal menambah poin dalam dua lawatan ke Denpasar dan Malang, diharapkan secepat mungkin dapat melakukan rewind serta siap tempur guna menghadapi Petrokimia gresik dan diharapkan dapat mengulangi sukses memenangkan pertandingan seperti yang pernah dipertontonkan kepada Slemania pada waktu putaran pertama di Stadion Tri Dharma Gresik dan menang 2-1.
Faktor putus asa pemain-pemain Petrokimia Gresik akibat tidak mampu keluar dari zona degradasi, setidaknya dapat dimanfaatkan oleh Seto Nurdiantoro, Anton Hermawan maupun Aceng-Mbandungan-Juanda untuk melakukan tekanan-tekanan sejak kick-off. Disisi lain, pulihnya motivasi striker PSS Sleman Marcello Braga dan si burung nazar M-Eksan bukan tidak mungkin keduanya akan memporak porandakan pertahanan Petrokimia Gresik yang dikawal Vabiano dan Sasi Kirono. Dan seandainya Suwita Patta mampu melewati Heri Purnomo disektor kiri Petrokimia Gresik, Slamet Riyadi dan Deca dos Santos berhasil menguasai centre line, maka penjaga gawang M. Sambani akan pontang-panting untuk menyelamatkan gawangnya.
Yang perlu diperhitungkan bagi PSS Laskar Sembada adalah aksi individu pemain-pemain Petromikia Gresik yang khas “Surobayan” ngotot dengan mobilitas tinggi. Dan, serangan anak-anak asuhan Alexander Sikov lewat Yance Tapihotang digelandang kiri dan Danilo Fernando disektor kanan harus dapat dipatahkan oleh M-Bagong-Ansori dan Anderson da Silva, karena bila pemain-pemain PSS Laskar Sembada lengah karena keasyikan melakukan attaching, dapat saja Jaenal Ichwan dan Rivaldo Costa akan mengancam gawang Prasetyo S.
Dukungan penuh dari suporter Slemania untuk memotivasi dan menyemangati tim pujaannya kembali diharapkan, mengingat PSS Sleman sedang mengembalikan performance yang optimal menuju kancah sepak bola nasional. Selamat berjuang dan semoga Dewi Fortuna berpihak pada tim berjuluk Super Elja, semoga .....
[ by : sri sutarto ]


