03 September 2003
Peluang PSS Sleman untuk bersaing dalam merebut gelar juara kompetisi Ligina IX sudah bablas, setelah ditebas tuan rumah Perseden Denpasar, 0-3, di Stadion Ngurah Rai Denpasar, Minggu (31/8) kemarin.
Dengan hasil itu, kini PSS yang masih menyisakan 3 kali pertandingan dengan sekali tandang dan dua kali kandang, tinggal bersaing untuk berebut lima besar sampai kompetisi berakhir nanti.
Menghadapi tuan tuan rumah, PSS memang turun dengan materi pas-pasan. Walaupun membawa semua pemainnya, namun PSS tak dapat menurunkan tiga pemain andalannya, yaitu Anton Hermawan, M Eksan dan Deca Dos Santos, sehingga sejak kick off PSS banyak ditekan.
Pertandingan baru berjalan 7 menit jala PSS sudah jebol, setelah satu serangan balik dapat dimanfaatkan Paulus Krey lewat tembakan jarak jauh, skor 1-0. Gol cepat tersebut membuat permainan PSS semakin mawut. Tanpa adanya Deca dan Anton di lapangan tengah, serangannya nyaris tak jalan dan ini membuat serangan PSS mudah dipatahkan pemain-pemain belakang Perseden. Skor 1-0 bertahan sampai turun minum.
Babak kedua PSS coba membenahi permainan, namun pertandingan baru berjalan 10 menit, lagi-lagi satu serangan balik dari Perseden yang cukup cepat membuat pertahanan PSS 'kalang kabut'. Gbeneme Friday berhasil memperbesar kemenangan menjadi 2-0. Gol pamungkas Perseden juga dicetak Fryday menit ke-78, sehingga skor akhir 3-0 untuk Perseden.
Manajer Teknik PSS, Drs Bambang Nurjoko usai pertandingan menyatakan bahwa tak ada rekayasa dalam pertandingan itu. Bahkan ia menyanggah mentah-mentah, dengan munculnya isu PSS telah menjual gol dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, kekalahan PSS itu lebih dikarenakan tiga pemain andalannya absen dan Perseden sendiri memang tampil bagus. (www.kr.co.id)
[ by : crew ]


