03 September 2003
Manajer Operasional PSS Sleman Hendricus Mulyono mengatakan tingkat kebocoran pendapatan pertandingan kandang tim 'Laskar Sembada' di Stadion Mandala Krida Yogya, rata-rata mencapai 20 persen. Namun demikian, pihaknya optimis target pemasukan dari tiket sebesar Rp 3 miliar tetap bisa tercapai.
"Saat ini, PSS masih menyisakan 2 pertandingan kandang. Sementara penerimaan yang masuk sudah hampir mencapai Rp 3 miliar, sehingga dengan sisa kandang itu penerimaan bisa mencapai target," kata Mulyono kepada wartawan, Senin (25/8).
Lebih lanjut Mulyono menjelaskan, agar PSS bisa eksis khususnya dari sektor pendapatan, masih butuh warga lebih banyak untuk menyaksikan pertandingan PSS. Berdasar perkiraan, sampai saat ini baru sekitar 1,5 persen warga Sleman yang menonton pertandingan. Padahal idealnya sekitar 2,5 persen warga Sleman yang menyaksikan pertandingan. "Jumlah itu sudah cukup membantu keberadaan PSS," ujarnya.
Disinggung soal kebocoran tiket, melalui Panitia Pelaksana sebenarnya sudah berusaha meminimalisasi kebocoran tiket. Diantaranya dengan memakai jasa petugas gabungan Kavaleri, Paskhas dan Pemkab Sleman sendiri. Namun upaya itu juga belum bisa menekan seratus persen tingkat kebocoran. Karena memang kalau terlalu lama bertugas, pasti ada celah-celah yang bisa dimanfaatkan untuk berbuat nakal. "Masih ada portir yang nakal," ujarnya.
Menurut Mulyono, memang dibutuhkan waktu yang lama untuk mendisiplinkan penonton agar mau membayar kalau menonton pertandingan. Selain itu, kendala untuk mendisiplinkan penonton ini juga terletak pada faktor stadion yang memang belum memungkinkan untuk itu. (www.kr.co.id)
[ by : crew ]


