Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

PSS Pecahkan Mitos

03 August 2003

PSS sukses memecahkan mitos tak pernah menang dalam pertandingan yang disiarkan TV. Hal ini terjadi setelah mengalahkan Persik, 1-0 saat pertandingan tersebut disiarkan ANTV dalam lanjutan Liga Indonesia Bank Mandiri 2003 dari Stadion Mandala Krida, (2/8).

Kemenangan PSS ditentukan lewat tendangan penalti Deca Dos Santos. Selain itu juga harus ditebus dengan dua pemainnya yang robek di bagian kepala karena kena sikut lawan, Deca Dos Santos dan Marcelo Braga.

Pertandingan berlangsung amat seru dan enak ditonton. Kedua kesebelasan unjuk kebolehan dalam kapasitas permainan, saling menyerang dengan teknik-teknik yang sarat perhitungan. Pelanggaran-pelanggaran yang terjadi hanyalah semacam bunga-bunga dari pertarungan dua kubu yang memang berkualitas.

Babak pertama PSS Sleman di bawah kapten kesebelasan Deca Dos Santos lebih menguasai pertandingan dan banyak menciptakan peluang. Pertandingan berjalan satu menit, pemain belakang PSS, M Ansori, yang membantu penyerangan ke depan, tak jauh dari luar kotak penalti, menendang bola ke arah gawang. Sayang, tendangannya ke sudut kiri gawang dapat ditepis oleh kiper Persik, Wahyudi, dan membuahkan tendangan sudut.

Pertandingan dihentikan wasit pada menit keenam yang langsung menunjuk titik penalti setelah terjadi kemelut di mulut gawang Persik. Kemelut itu menyebabkan Marcelo Braga tergeletak sambil memegangi kepalanya, yang kemudian diketahui robek di bagian belakang kepala kena sikut lawan. Tendangan penalti dilakukan Deca Dos Santos ke sudut kiri atas kiper Wahyudi. Antisipasi Wahyudi sebenarnya pas, namun bola gagal digapai dan akhirnya gol, 1-0.

Menang 1-0, daya serang PSS makin menggebu, peluang sering kali terjadi dalam sebuah serangan yang terkoordinasi. Setidaknya dua kali peluang PSS saat kiper Persik sudah dalam kondisi tak berdaya. Kesempatan yang bertubi-tubi itu tak pernah membuahkan hasil.

Barangkali benar apa yang dikatakan Pelatih Persik Jaya Hartono, kewaspadaan terhadap Deca Dos Santos sebagai pengatur serangan memang perlu dilakukan. Deca yang pada putaran pertama melawan Persik tidak tampil memang menunjukkan kualitas permainan yang bagus. Dari pemain inilah inspirasi serangan PSS selalu terbangun.

Ketika kembali terjadi kemelut di mulut gawang Persik, saat itu posisi penjaga gawang sudah terjatuh, tendangan pemain belakang PSS, Suwita Pata, masih dapat dihalau pemain Persik. Suwita Pata melakukan itu ketika menemukan bola liar di depan gawang Persik ke arah mulut gawang.

Menit ke-35, Marcelo Braga yang menerima umpan dari Deca Dos Santos dari rusuk kiri langsung menendang bola ke gawang. Namun, bola yang ditendang Braga masih bisa dihalau kiper Persik. (dari kompas.com & sumber lain)

[ by : crew ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar