31 July 2003
PSS sukses menaklukan PSIS dengan skor 1-0 dalam lanjutan Liga Indonesia Bank Mandiri 2003 yang berlangsung Rabu (30/7) di Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Gol PSS dicetak oleh Marcello Braga melalui tandukan kepala, hasil umpan sundulan dari M.Eksan.
Gol tunggal PSS cukup bagus prosesnya. Suwita Pata yang menyusur dari sayap kiri, langsung melakukan umpan tarik. Bola yang datang melengkung itu langsung disambar oleh M Ichsan lewat sundulan kepala.
Braga yang berada di belakangnya meneruskan bola lambung tersebut, juga lewat sundulan kepala. Si kulit bundar mengenai pinggang Idrus Gunawan, yang akhirnya berubah arah, sekaligus mengecoh antisipasi yang dilakukan Agus Murod, dan gol.
Setelah ketinggalan 0 - 1 inilah permainan PSIS mulai terlihat. Andai wasit Hariyanto jeli, bukan tidak mungkin bisa membuat gol balasan dari titik penalti, karena Kahudi W terlihat jelas melakukan handsball di kotak penalti. Tetapi wasit yang pernah memberi hadiah dua penalti ketika PSIS main di Kediri tersebut menganggap tidak ada pelanggaran, kendati sudah diprotes ramai-ramai.
Tetapi secara keseluruhan, harus diakui PSS tampil lebih bagus. Julio Lopez selalu menjadi tumpuan harapan, terbukti umpan - umpan yang ada selalu terfokus ke pemain asal Cile tersebut. Sementara Lopez, pemain yang dianggap berbahaya, selalu mendapat kawalan ketat dari lawan. Tendangan - tendangan keras yang sering dilakukannya tidak pernah terlihat akibat ketatnya pressing lawan.
Dari 2 x 45 menit, PSIS memiliki satu peluang sempurna, tetapi tembakan Lopez yang sudah mengarah gawang itu berhasil diantisipasi oleh Anderson Silva. Kalau saja lari bola itu lebih cepat sedikit, barangkali hasilnya akan lain.
Sementara itu, pelatih PSS, Yudhi Suryata menyatakan mengaku kagum melihat kinerja anak-anak Semarang. ''Terus terang, saya salut melihat semangat Bonggo dkk yang tidak kenal lelah dan pantang menyerah,'' kata Pelatih PSS Yudi Suryata usai pertandingan di Stadion Mandala Krida, petang kemarin.
Menurut Yudi, pertandingan berjalan imbang. Terbukti kedua kesebelasan mempunyai kesempatan yang sama, baik PSS maupun PSIS. Hanya bedanya, PSIS bermain terlalu terburu-buru sehingga terkesan tidak ada kerja sama. ''Tanpa kerja sama yang baik, jelas penyelesaian akhir akan kurang optimal,'' kata Yudi.
Pelatih PSIS Daniel Roekito mengatakan, sebenarnya pertandingan berjalan imbang. Gol PSS mestinya tidak terjadi kalau pemain belakangnya disiplin dalam mengantisipasi datangnya serangan. ''Mestinya gol itu tak perlu terjadi, kalau anak-anak berkonsentrasi. Sebelum masuk ke gawang, terlebih dulu bola sundulan Marcello Braga membentur badan Indrus. Bola jadi berubah arah, padahal posisi kiper sudah pas dalam mengantisipasinya. Agus Murod mati langkah,'' katanya.
Roekito dengan jujur mengakui, kerja sama para pemain depan PSS cukup baik. ''Kerja sama Marcello dan Eksan bagus, ditambah keduanya berlari cepat hingga membuat Bonggo dkk kedodoran,'' tambah dia.
[ by : www.suaramerdeka.com ]


