28 July 2003
Bagi PSS Sleman, sukses menahan imbang dalam dua kali tandang melawan Persib Maung Bandung dan Persikota Tangerang tentunya menambah motivasi bagi Marcello Braga dkk untuk kembali memenangkan pertandingan melawan PSIS Semarang di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Rabu, 30 Juli 2003. Tim hijau putih ini dipastikan akan bermain ngotot dan positive football dengan pola permainan kolektif disemua lini, kemenagan 2-1 pada putaran pertama di Stadion Jatidiri Semarang menjadi modal kepercayaan bagi pemain PSS Laskar Sembada untuk membidik angka penuh dihadapan para pendudung Slemania.
Apalagi tim berjuluk Super Elja ini sedang berusaha mengejar Campolista yang sekarang dipegang Persik Kediri dengan 49 poin atau selisih 4 poin minus satu pertandingan dibandingkan PSS Laskar Sembada yang berada diperingkat ke-5 klasemen sementara dengan 45 poin
Meladeni pertandingan yang diperkirakan akan menarik tersebut, arsitek PSS Sleman Yudhi Suryata tidak akan gentar meskipun PSIS Semarang bermaterikan pemain-pemain sarat pengalaman, absennya pemain pilar Bambang Harsoyo dan Andi Setiono dikubu PSIS Semarang sedikitnya akan mempengaruhi suplai bola dari sayap kiri, dan adanya space tersebut setidaknya dapat dimanfaatkan oleh Aceng Juanda dan Seto Nurdiantoro dalam melakukan preasure dari sisi kanan.
Disisi lain, makin bersinarnya penampilan Anton Hermawan digelandang kiri ditambah mobilitas Deca dos Santos sebagai centre shear digelandang serang, bukan tidak mungkin destoyer keduanya akan menyilitkan barisan belakang PSIS Semarang yang ditempati Bonggo Pribadi, Idrus Gunawan, A-Jibril dan Wasis Purwoko. Pulihnya kepercayaan diri pada striker M-Eksan ‘si burung nazar’ dan naluri Marcella ’lowo ijo’ Braga mencetak gol, setidaknya akan membuat penjaga gawang PSIS Semarang I Komang Putra harus berjibaku kalau tidak ingin jalanya bergetar.
Meskipun diperkirakan PSS Laskar Sembada akan menguasai lini tengah, yang perlu diwaspadai pemain-pemain PSS Sleman adalah kecepatan serangan balik PSIS Semarang yang dilakukan lewat Agung Setiabudi, Nurul Huda dan Khairifo, karena pelatih Daniel Roekito akan menjadikan pola permainan 1-4-4-2 menjadi pilihan dimana Julio Lopes akan ditempatkan sebagai target-man melalui bola-bola mati atau tendangan bebas. Memperkuat lini belakang dan bermain save untuk mentargetkan satu poin merupakan target yang realitas bagi PSIS Semarang, mengingat barisan belakang PSS Laskar Sembada yang dikomandoi Anderson Silva, Kahudi dan Maully Lessy sulit untuk ditembus
Dukungan penuh tifosi-tifosi Slemania untuk memotofasi dan menyemangati tim pujaannya kembali diharapkan, mengingat PSS Laskar Sembada sedang berada pada performance optimal dalam usahanya berebut Campolista, dan sukses memenangkan pertandingan melawan PSIS Semarang amat disayangkan bila Slemania tidak ikut menjadi saksi di Stadion Mandala Krida.
Selamat perjuangan Super Elja, do’a kami dari Kotabaja Cilegon menyertai dan semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi, amien …..
[ by : sri_qq ]


