06 July 2003
Keputusan tour Bandung yang baru diumumkan 3 hari menjelang hari keberangkatan membuat pengurus yakin bahwa tour kali ini tidak akan diikuti oleh banyak peserta. Meski demikian pengurus telah berusaha melakukan persiapan matang dengan mengirimkan 4 orang delegasi 2 hari menjelang hari keberangkatan. Keempat orang yaitu Daru Supriyono, Gustav Ganda, Roy Swandaru, & Topo Wahyono bertugas mencari informasi soal tiket, transportasi dalam kota, 'kulanuwun' pada pihak panpel & suporter tuan rumah, serta koordinasi keamanan dengan aparat setempat.
Menjelang hari keberangkatan 3 bus dipastikan berangkat terdiri dari 1 bus Slemania dari pusat, 1 bus masing-masing dari Garis Keras, dan Sinduadi. Sedang untuk kereta api ternyata mengalami lonjakan peserta, Perkiraan awal yang berkisar pada angka 300-350 orang ternyata melonjak hingga dua kali lipat. Persoalan kemudian muncul karena pihak Perumka tidak bisa menyediakan gerbong tambahan karena dua hal, yaitu tidak adanya gerbong dan keterbatasan kemampuan menarik gerbong mengingat jalur Bandung yang naik dan berkelok-kelok.
Akhirnya saat pendaftaran mencapai 250 orang, Widi Asmara mengumumkan permasalahan ini kepada calon peserta tour, dan beberapa peserta segera menjawab bahwa mereka siap berdesak-desakan karena tekad untuk ikut tour Bandung sudah bulat. Meski demikian ada satu-dua orang yang akhirnya membatalkan diri. Akhirnya total ada sekitar 530 orang yang mendaftarkan diri. Selain itu masih ada sekitar 50 orang yang mbonek dan tidak mendaftarkan.
Sekitar pukul 22.15 WIB, KA Kahuripan tujuan Bandung tiba di stasiun Lempuyangan, Slemania segera bergegas naik hingga setiap jengkal kereta penuh manusia Beberapa harus bergantian duduk dan berdiri selama dalam perjalanan, sebagian lagi bahkan harus berada di lokomotiv karena tidak kebagian tempat. Beruntung udara malam itu dingin, sehingga tidak terlalu menyiksa peserta tour. Selama perjalanan terjadi adu mulut antara penumpang kereta dengan pedagang asongan yang ngotot ingin memasuki kereta yang penuh.
Pada pukul 05.15 WIB, Kereta mulai merayap menaiki pegunungan di dekat kota Bandung. Beratnya beban kereta sehingga berjalan lambat dan kadang berhenti untuk mendinginkan mesin. Setelah 2 kilometer kereta berjalan, ternyata lokomotif tidak sanggup menarik delapan gerbong yang penuh tersebut. Akhirnya diputuskan untuk mundur dan kembali ke Stasiun kecil di kaki bukit bernama Stasiun Cirahayu. Di stasiun tersebut, rangkaian gerbong dipisah menjadi dua. Lima gerbong pertama diberangkatkan dan berhenti di stasiun berikutnya, yaitu stasiun Cipeundeuy. Lokomotif kemudian kembali ke Cirahayu untuk menarik tiga gerbong yang tersisa.
Sekitar pukul 08.45, rangkaian kereta kembali tersambung dan meneruskan perjalanan ke kota Bandung. Dua jam kemudian KA Kahuripan sampai dengan selamat di Stasiun Kiaracondong, Bandung. Ketua Viking Heru Joko, Panglima Viking Ayi Beutik, dan beberapa anggota Viking sudah menunggu. Dari stasiun tersebut Slemania diangkut dengan enam truk dan dua pick up menuju stadion Siliwangi. Pukul 11.30 secara bergelombang Slemania tiba di stadion. Beberapa saat kemudian rombongan bus dan mobil pribadi yang sudah tiba sejak pukul 09.00 dan sempat jalan-jalan ke Cihampelas tiba juga di Stadion. Total sekitar 900 Slemania hadir di stadion saat itu.
Setelah menyelesaikan urusan pembagian tiket, pukul 15.00, Slemania mulai memasuki tribun utara stadion Siliwangi. Sebagian besar Slemania tidak sempat istirahat, sehingga lagu dan atraksi yang digelarpun tidak maksimal. Bahkan karena kecapekan, beberapa diantaranya ada yang tertidur di tribun selagi kawan-kawannya bernyanyi. Selama pertandingan, tidak ada insiden yang berarti yang dialami Slemania. Perlakuan Suporter tuan rumah cukup baik, bahkan aparat keamanan tampak senang melihat aksi Slemania.
Sekitar pukul 18.00, Slemania berjalan kaki menuju Stasiun Kiaracondong mengingat KA Kahuripan akan berangkat pukul 19.20 WIB. Dengan tiga truk Dalmas Poltabes Bandung, dan sebagian lagi memakai angkutan kota, akhirnya sebagian besar Slemania pulang dengan KA Kahuripan. Sekitar 35 orang yang ketinggalan akhirnya pulang menggunakan KA Sawunggaling jurusan Kutoarjo, dan disambung dengan KA Bengawan. Rombongan pertama tiba di Stasiun Lempuyangan pukul 05.10, sedangkan rombongan kedua tiba pukul 09.15 WIB.
Jangan lupa ikuti tour selanjutnya, Tour Sidoarjo 2003!!
[ by : crew ]


