27 June 2003
Kabid Humas Polda DIY AKBP Sudarsono mengatakan, suporter sepakbola setiap ada pertandingan di Yogya akan disweeping, baik itu terhadap Slemania sebagai suporter PSS, maupun Brajamusti sebagai pendukung PSIM Yogya.
“Sweeping suporter diadakan agar pengguna jalan lain tidak terganggu saat berpapasan dengan mereka. Kalau hanya macet seperti biasa tak ada masalah. Namun jika sudah macet ditambah geberan knalpot yang diblombong, tentu akan membuat semakin ruwet,” kata Sudarsono, Rabu (25/6).
Untuk itu, Sudarsono mengimbau pada para suporter untuk mentaati rambu-rambu lalulintas, knalpot tidak diblombong dan tetap menggunakan helm. Selain itu pihaknya juga akan melakukan sweeping pada suporter yang mungkin membawa senjata tajam, mercon, benda-benda keras yang tidak boleh dibawa menonton sepakbola.
Menanggapi hal itu, Ketua Panpel PSS Hendricus Mulyono menegaskan, siapa yang melanggar ketentuan akan ditindak tegas. Panpel sangat mendukung langkah tersebut, karena banyak keributan terjadi di dalam lapangan akibat banyak benda-benda yang dilarang masuk lapangan.
Maka ia juga mengharapkan pada para penonton untuk bertindak tertib sejak berangkat hingga pulang. “Jangan membuat ulah di jalan, karena akan merugikan orang lain. Sebelum masuk ke Stadion juga akan disweeping petugas di pintu masuk,” tegasnya.
[ by : www.kr.co.id ]


