14 June 2003
Kedapatan menghisap sabu-sabu, dua pemain PSS Yogyakarta, yakni Dwi 'Ambon' Prasetya dan Dedi Setiawan akan dipecat dari statusnya sebagai pemain PSS. "Pemecatan tersebut tidak bisa ditawar-tawar dan pelaksanaannya tidak akan menunggu proses hukum," kata Drs Ibnu Subiyanto Ketua Umum PSS yang juga Bupati Sleman, Kamis.
Menurut dia, tindakan tegas ini diberikan kepada kedua pemain PSS yang melanggar hukum itu, dengan maksud agar para pemain PSS yang lain tidak mengikuti jejaknya. Ia mengatakan, dalam kontrak kerja awal disebutkan bahwa semua pemain PSS dilarang menggunakan berbagai obat terlarang dan bila hal itu dilanggar, pengurus tidak memberi toleransi kepada yang bersangkutan.
"Tersangka Dwi Prasetya adalah asli penduduk Sleman dan memiliki potensi ke depan yang cukup bagus, tetapi karena melanggar aturan dan melanggar hukum yang bisa mencemarkan nama baik PSS, maka yang bersangkutan tetap tidak bisa diberi ampun," katanya.
"Kalau pemain yang terlibat narkoba tidak dipecat, dikhawatirkan bisa mempengaruhi atau mremen pada pemain lainnya. Sehingga lebih baik kehilangan dua pemain sekaligus daripada harus menunggu pemain lainnya terlibat kasus serupa,” tambahnya Ibnu.
Ditemui terpisah, Ketua DPRD Sleman Jarot Subiyantoro minta agar penanganan kasus itu tidak dilakukan dengan tergesa-gesa. Lebih baik diselidiki lebih dulu bagaimana pemain tersebut bisa terlibat kasus sabu-sabu.
“Dalam kasus ini saya melihat ada hal yang tak wajar. Yang saya khawatirkan, kedua pemain hanya jadi korban jebakan saja. Namun kalau nantinya keduanya memang terbukti terlibat, ya apa boleh buat harus dipecat,” kata Jarot.
Sedang Manajer PSS H Subardi menegaskan, kedua pemain tersebut tetap akan dipecat dari tim PSS, karena bila diberi toleransi bisa memberi peluang pada pemain-pemain lainnya ke Narkoba. Tentang administrasi kedua pemain tersebut akan segera di selesaikan.
Ditahan di Polres
Mengenai pelanggaran hukum tersebut dilakukan oleh kedua pemain PSS itu di Hotel Istana Nelayan Jl Gatot Subroto Tangerang Selasa, 10 Juni 2003 lalu dan kini keduanya mendekam di sel tahanan Polres Metro Tangerang Jawa Barat.
Saat itu, kedua pemain PSS tersebut berada di Tangerang untuk membela PSS dalam menghadapi tuan rumah Persita Tangerang dalam lanjutan Kompetisi Liga Indonesia IX di Stadion Benteng Tangerang yang dijadwalkan berlangsung Rabu lalu.
Namun karena keburu tertangkap polisi, maka dua pemain PSS tersebut tidak bisa bergabung dengan rekan-rekan setimnya saat bertanding, katanya.
[ by : crew ]


