02 February 2003
PSS \"Super Elja\" kembali menuai poin 1 hasil seri 0-0 melawan tim tamu PSPS Pekanbaru, sore ini di stadion Mandala Krida. Di hadapan sekitar 25000 penonton, PSS bermain penuh semangat di babak pertama. Para pemain tampak sangat agresif baik dalam merebut bola maupun membangun serangan. Agaknya dukungan penuh yang diberikan Slemania dan seluruh masyarakat pecinta bola di Yogyakarta menjadi motivasi tersendiri bagi pemain untuk menampilkan yang terbaik dalam laga perdana di kandangnya sendiri.
Para pemain PSS cukup apik dan variatif dalam melancarkan serangan ke kubu PSPS. Duet Claudio-Deca mampu memberikan suplai bola yang cukup bagus kepada barisan penyerang PSS, namun Colly Misrun dan Seto tampak kurang tenang dalam memanfaatkan peluang yang ada. Selain itu rapatnya pertahanan lini belakang PSPS yang digalang oleh Bejo Sugiantoro dan Aples juga membuat pemain-pemain depan PSS sedikit frustasi. Setiap serangan yang datang hampir semuanya mampu dipatahkan oleh Aples dkk.
Di lain pihak, lini pertahanan PSS yang digalang oleh trio Anderson, Kahudi dan Aceng terlihat cukup ketat dalam menahan gempuran-gempuran barisan penyerang PSPS. Tim Askar Batuah yang kali ini tidak diperkuat pemain bintangnya Bima Sakti dan Uston Nawawi juga tak ingin kalah dengan tim tuan rumah. Tim bertabur bintang ini beberapa kali melakukan serangan-serangan berbahaya ke kubu PSS, namun karena disiplinnya penjagaan lini belakang yang dilakukan Aceng dkk membuat para penyerang PSPS tak mampu berbuat banyak. Kurniawan DY yang dikawal oleh Anderson da Silva tampak tak berkutik, aksi-aksi individu yang selama ini menjadi \'trade mark\' Kurniawan tak tampak dalam pertandingan ini. Bahkan sempat beberapa kali Kurniawan terlihat emosi karena tak berhasil melewati Anderson.
Di babak kedua, PSS tampak lebih mendominasi permainan, serangan-serangan yang dilancarkan ke jantung pertahanan PSS semakin gencar. PSPS sendiri yang menargetkan meraih 1 poin di kandang lawan, lebih banyak bertahan dengan memasukkan Agus Riyanto dan menarik keluar Carlos de Mello. Muh. Eksan dan Fajar Listiyantoro yang menggantikan Claudio Vijan dan Colly Misrun diturunkan oleh pelatih Yudi Suryata guna menambah daya gedor tim Laskar Sembada. Namun karena stamina para pemain PSS yang menurun, usaha menjebol gawang lawan yang dijaga kiper nasional Hendro Kartiko ini tidak juga membuahkan hasil hingga akhirnya wasit meniup peluit panjang dengan skor tetap 0-0.
Kolaborasi Pasoepati dan Slemania
Satu hal yang sangat menarik terjadi dalam pertandingan kali ini adalah adanya kolaborasi yang dibangun oleh Pasoepati dan Slemania. \"Gondrong\", leader Pasoepati tampak berdampingan dengan \"Dading Jatmika\", dirijen Slemania, memimpin Slemania untuk terus bergerak dan bernyanyi. Slemania sendiri tampak sangat antusias untuk terus memberikan support kepada para pemain dengan dipimpin oleh \'duet\' leader ini. Kolaborasi yang terjadi di babak kedua ini semakin memperlihatkan bahwa tali persaudaraan antara Pasoepati dan Slemania demikian erat dan semoga persaudaraan ini dapat terjalin dengan seluruh rekan-rekan suporter di seluruh Indonesia.
[ by : crew ]


