27 January 2003
Sungguh-sunguh mengesankan memang, bermain tiga kali di kandang lawan/ away, PSS sleman mampu mencuri point masing-masing satu.Penampiln deca dan kwan-kawan sore itu memang luar biasa. ya.., seto dkk tampil oll out sejak kick-off.
Crew slemania.or.id Susilo Aris Nugroho dan Fotagrafer Donny Wihardyanto melaporkan dari Solo kemarin sore,Tampil di bawah guyuran hujan PSS Sleman memenuhi ambisinya dengan menahan imbang I-1 atas tuan rumah Persijatim Solo FC, pada pertandingan lanjutan Liga Bank Madiri Sore kemarin 26/1 di stadion Manahan Solo.
Tampil dengan formasi terbaiknya, kedua tim sejak babak pertama bermain dengan tempo tinggi. Persijatim Solo FC yang di arsiteki pelatih Yusak sutanto di menit-menit pertama terus memberi tekanan ke daerah pertahanan PSS yang sore itu di jaga ketat oleh trio bek Kahudi,Aceng Juanda dan Anderson serta penjaga gawang Didik Tri Yulianto.
Namun pengawalan ketat yang dilakukan oleh Kahudi dkk terhadap lawannya, akhirnya membuahkan hasil gol. Gol ini bermula dari pelanggaran terhadap Solo FC. Tendangan bebas yang di luncurkan pemain Solo FC ini berhasil di sambut dengan tenang dan berhasil di sundul dengan baik oleh pemain asingnya yaitu Simamo Bertrans. Gol cepat dari Solo Fc di menit ke-2 ini, akhirnya dapat memompa semangat juang pemain PSS.
Tertingal 1-0 di menit menit awal babak pertama, laskar sembada PSS terus memberi perlawanan sengit. Duet penyerang Colly-Seto terus mengurung pertahan lawan bahkan sedikitnya terdapat banyakpeluang emas yang gagal di selesaikan dengan baik. Baru di menit ke-8 aksi individu yang di peragakan Anton Hermawan di sebelah kanan pertahanan Solo FC membuahkan gol bagi PSS. Gol tercipta lewat sontekan Seto Nurdiantoro setelah menerima umpan matang dari Anton. Gol Seto di menit ke-i5 ini di sambut gembira oleh sekitar 7000-an Slemania yang sore itu mendampingi PSS. Sebaliknya Gol PSS ke gawang Solo FC sedikit agak membuat pemain Solo FC menurun. Begitu sebaliknya, pendukung Pasoepatipun terhenti bernyayi dengan gol yang di lesatkan mantan pemain nasional ini.
Dengan berhasilnya PSS menjebol gawang lawan, membuat semangat pemain PSS bertambah, serangan demi serangan yang di bangun oleh Deca-Wahyu-Anton hermawan dari line tengah hampir saja menambah koleksi gol PSS jika saja tandukan Seto Nurdiantoro di menit ke-12 yang menerima umpan sepak pojok dari Anton Hermawan tidak melambung. Nyaris memang, hanya melambung tipis di atas mistar gawang Solo FC. Kedudukan tetap bertahan 1-1 hingga babak pertama usai.
Pada babak ke-2, pelatih PSS Yudi Suryata memasukkan Fajar Listiantoro dengan menggantikan Colly Misrun. Masuknya Fajar di babak ke dua ini malah sedikit membuat permainan PSS agak lambat. Serangan monoton yang di bangun pemain laskar sembada ini kian kentara ketika Seto di tarik keluar kemudian di gantikan oleh Claudio. Nyaris, serangan PSS hanya tertuju pada Fajar.
Sebaliknya Solo FC yang di dukung ribuan Pasoepati terus menekan gawang Didik TY. Namun usaha keras yang di bangun Solo Fc ini tidak merubah skor 1-1 hingga wasit M.Soleh Hadi meniup peluit panjang manandai berakhirnya pertandingan.
Pelatih PSS Yudi Suryata seusai pertandingan ini dalam keterangan pers nya mengatakan bahwa gol Solo FC di menit-menit pertama memang tidak di duga. “Gol sundulan itu tidak saya duga sebelumnya” katanya. Di tambahkan tentang kenapa menghabiskan strikernya, Yudhi mengatakan bahwa kondisi lapangan yang terguyur hujan menyebabkan tenaga pemain sedikit terkuras. Oleh sebab itu dirinya memasukkan pemain muda untuk mengimbangi lawan, namun permainan tidak juga berkemabang, paparnya. Numun begitu dirinya mengucapkan syukur atas hasil ini dan berterimakasih kepada pemain yang sudah maksimal dan kepada slemania yang telah mendukung perjuangan PSS.
Dalam pertandingan ini wasit mengeluarkan lima kartu kuning masing-masing di berikan kepada Anderson da silva, Aceng Juanda dan Fajar Listiantoro untuk PSS. Sedangkan di kubu Solo FC yaitu Imam Riyadi dan Muhammad Husein.
[ by : risfiya/donni ]


