Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

Ketum PSSI Berikan Hadiah

31 December 2002

Janji Ketua umum PSSI Agum Gumelar untuk memberikan bonus kepada pemain timnas Piala tiger 2002 dipenuhi kemarin siang. Dia membagikan bonus kepada 25 pemain yang tergabung dalam skuad Merah Putih di rumah dinasnya, Jl. Panglima Polim, Jakarta Pusat.

Berapa besarnya? Tak satu pun pemain yang bersedia menyebutkannya. Tapi Agum mengatakan, hadiah uang dari AFF (Asosiasi Sepk Bola Asean) setelah merebut posisi runner up sebesar USD 40 ribu (sekitar Rp 360 juta) dibagikan kepada pemain. PSSI tak sedikit pun memotongnya.

"Semuanya kami berikan kepada pemain. Itu hak mereka," kata Agum yang disaksikan manajer timnas, Ismet D. Tohir, beserta pengurus PSSI lainnya. Selain hadiah tersebut, Agum yang juga merupakan Menteri Perhubungan itu menyerahkan tambahan uang dari istrinya untuk uang saku para pemain. Namun, lagi-lagi, besarnya uang tambahan tersebut tak disebutkan. "Itu sedikit ada uang tambahan oleh-oleh dari Ibu Agum untuk pemain," jelas Agum.

Sementara itu, ketika Sekjen PSSI Tri Goestoro dikonfirmasi terpisah soal bonus, dia juga tutup mulut. Tri mengaku tidak tahu berapa total besarnya bonus yang dibagikan. "Itu semua yang tahu hanya Pak Agum," kelitnya.

Tri menambahkan, uang itu hanyalah sebagian kecil untuk memberi penghargaan kepada pemain. Sebab, Hendro Kartiko dkk telah mati-matian membela Indonesia di ajang Piala Tiger 2002 ini.

Di sisi lain, meski penonton membanjiri Stadion Utama Gelora Bung Karno selama perhelatan semifinal dan final, pemasukan dari tiket ternyata hanya mencapai Rp 1,5 miliar. Pemasukan itu jelas jauh dari jumlah penonton yang diperkirakan berjumlah rastusan ribu.

Menurut Tri, penyebab berkurangnya pemasukan tiket penonton disebabkan banyaknya tiket palsu yang beredar. Selain itu, ribuan penonton banyak yang masuk tanpa membeli tiket. Mereka masuk dengan menjebol pintu stadion.

Menurut keterangan Tri, banyaknya suporter gratisan dan beredarnya tiket palsu itu terjadi pada pertandingan semifinal. Di tribun VIP yang berkapasitas 3.000 penonton, ternyata dimasuki 5.000 penonton. Dari situlah panitia baru menyadari kalau tiket untuk VIP dipalsukan. Selain itu, dari data panitia, suporter yang menyaksikan pertandingan semifinal mencapai 70 ribu lebih. Tapi kenyataannya, tiket resmi panitia yang terjual hanya 40 ribu lembar. ( radar sport )

[ by : risfiya ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar