Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

PSS Sleman Siap Arungi Kompetisi Tanpa APBD

29 June 2008

PSS Sleman siap untuk mengikuti kompetisi tanpa menggunakan dana dari APBD, namun harus mendapat dukungan dari semua warga Sleman atau pecinta PSS lainnya. Dukungan yang mudah adalah setiap menyaksikan PSS harus membeli tiket. Disampaikan Manajer Keuangan PSS Drs Samsisi MSi saat dihubungi, kemarin.

Menurutnya, dalam mengikuti kompetisi di Liga Utama akan menghabiskan sekitar Rp 9 miliar dan kini untuk membentuk tim dan gaji para pemain akan habis sekitar Rp 4,6 M. Sedang lainnya akan digunakan untuk biaya operasional baik ketika main di kandang sendiri atau saat pergi keluar kandang.

Saat ini PSS sudah siap dana sekitar Rp 4,5 M namun sudah digunakan untuk belanja pemain dan biaya pengeluarkan harian yang dinilainya cukup besar. Tetapi PSS tetap optimis bisa jalan walaupun dana APBD tak bisa cair. Untuk itu bagian promosi akan terus mancari kiat-kiat untuk menggalang dana.

So...bagimana kawan-kawan!!!

[ by : admin ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar

Jozz di sleman | 01 Jul 2008 02:23:11
Begini seharusnya...Pelan tapi pasti, buat apa booming tapi madesu( masa depan suram), kini elang jawa siap terbang dan terus menuju liga super dengan memproduksi bahan bakar sendiri ...! Bravo.
teddy di depok | 02 Jul 2008 05:07:07
Beberapa waktu yang lalu saya kedatangan tamu dari belanda. kita banyak ngobrol tentang euro 2008, sepakbola belanda dan indonesia tentunya. informasi menarik yang dapat saya peroleh yaitu tantang harga tiket. kebetulan dia fans berat FC Groningen. dan secara kebetulan pula seragam kesebelasannya juga mirip, yaitu putih hijau. Dengan kapasitas stadion yang hanya 19.739 dengan all individual seat atau setara dengan MIS tanpa individual seat, harga season ticket yang ditawarkan 173 - 260 euro untuk 17 home pertandingan eredivisie. itu berarti Rp 2.520.000 - Rp 3.875.000 untuk 17 pertandingan atau Rp 148.000 - Rp 228.000 per pertandingan. Bandingkan dengan harga tiket di MIS yang hanya Rp 10rb - Rp 40rb per pertandingan. Teman saya yang bernama Jouke ini langsung berkomentar "wowwww....it's almost free...(wow...hampir gratis..)". Dia sangat heran, bagaimana klub bisa memperoleh penghasilan untuk merawat dan mengupgrade stadion kalau harganya cuma segitu. Untuk bisa melakukan apa yang FC Groningen sudah lakukan sekarang, mungkin PSS baru bisa mencapainya 5-10 tahun lagi. Sangat ketinggalan sekali, bahkan boleh dibilang sangat tidak sehat. Sekarang balik lagi ke MIS...andai kita pasang individual seat pada tribun merah dan biru sehingga kapasitas stadion menjadi...katakanlah 25.000, dengan perbandingan misalnya 15rb untuk individual seat dan 10rb untuk ekonomi dan dengan harga tiket yang naik menjadi 50rb untuk individual dan 20rb untuk ekonomi (sukur2 lebih....biar dapat duit lebih banyak), panpel bisa mendapatkan omzet maksimal Rp 950juta per pertandingan. Itu berarti penghasilan meningkat 2-3 kali lipat dibandingkan dengan sekarang. Apabila asumsi satu musim ada 17 home match, maka omzet maksimal = Rp 16,15 miliar (-> mendekati kebutuhan Persija untuk setiap musimnya), tentu saja setelah dipotong biaya panpel, pajak, dan dikalikan asumsi loading factor setiap pertandingan. Saya dengar kebutuhan PSS untuk musim depan hanya 9 M... (dadi mestine turah to???). Maaf (kaya mpok Minah ya...:p), bukannya saya lancang, sok keminter, atau sok tahu....tapi saya hanya seorang slemania sejati dan menurut saya fantasi saya cukup masuk akal apabila PSS ingin mandiri dan lepas dari APBD sementara sponsor sulit didapat. Dengan sosialisasi yang cukup, promosi yang gencar, perbaikan infrastruktur dan panpel pertandingan saya rasa teman-teman Slemania yang lain tidak akan keberatan jika harga tiket naik....Demi tim kebanggaannya dapat berlaga di divisi utama musim depan. Toh rekan-rekan pemain PSS juga semestinya tidak akan bertanding dengan semangat asal-asalan, karena tahu bahwa hidup mereka sangat bertumpu pada keberadaan Slemania. Sementara untuk teman-teman Slemania, apabila kurang mampu membeli tiket untuk semua pertandingan home PSS, diakalin saja kita menonton 2-3 pertandingan sekali. Lagipula, karena kapasitas stadion manjadi berkurang, tentunya tidak semua Slemania kebagian tiket bukan?? Sambil berharap kapasitas stadion bertambah musim depan atau 2 musim lagi atau mungkin lebih, teman-teman Slemania yang lain bisa membuat acara nonton bareng di luar stadion apabila memungkinkan. Ajaklah perusahaan multimedia di Jogja seperti 3Che, Evio, atau bahkan Kalasan Multimedia untuk menyediakan Giant Screen beserta peralatannya agar pertandingan dapat ditonton secara langsung di luar stadion. Kalau saya pribadi sih, kita semestinya punya stadion setidaknya seperti stadion Palaran di Samarinda (kapasitas 40.000 all individual seats). Semua teman-teman Slemania bisa masuk dalam stadion dan bisa menonton dengan nyaman. Tanpa harus datang jam 2.30 supaya kebagian tempat duduk yang strategis. Tanpa harus berdesak-desakan dan upacara bendera (karena harus berdiri) di pintu lorong karena tidak kebagian tempat. Tanpa harus khawatir tempat duduknya dipakai orang setelah kita buang air kecil sebentar. Tanpa harus menghirup bau pesing di tribun atas, karena banyak yang khawatir tempat duduknya dipakai orang sehingga musti pipis di tribun atas. Tanpa harus bosan, kok di kiri pedang di kanan pedang .... di mana-mana adanya pedang ooooo (lanangan kabeh je....). Sekarang semua kembali ke rekan-rekan Slemania, apakah (nuwun sewu) kersa apabila ada wacana seperti ini. Wassalam... Viva PSS Sleman!!!
t0mb0L di Sleman Rock City | 02 Jul 2008 09:22:07
Tullll.....saya setju bgt dgn komnetar mas teddy....yg namanya pendukung setia,suporter sejati ato apalah namanya pasti mau melakukan ap aj untuk kemajuan tim kebanggannya.....kl bukan dari qt dr sp lg????
bagoz di kalasan pojok wetan | 02 Jul 2008 11:21:01
cah2 slemania sejati pasti do gelem beli tiket......berapapun harganya....asal tentunya diimbangi dgn prestasi yg baik pula dari PSS,,,,,,tp apapun yg terjadi,, PSS tetap kebanggan dan simbol Sleman..... Sleman bukan hanya terkenal dari salak pondohnya Bung !!!! Sleman tyerkena jg karena PSS !!!!! I Luv U guys,,,,,,,,,
anDY Mj di walan9 IJO djakarta | 29 Jun 2008 12:30:46
kalo nggak mandiri mulai dari sekarang,mau kapan lagi.masih pengen disuapin.
abay di bdg, bntr lg plg jogja | 29 Jun 2008 13:02:24
usul ni,, pss buat apa kek,, kaos asli,, stiker,, pin,, foto bareng pemaen,, ato apa aja,, jadi merchandise resmi pss gitu,, kan lumayan tuh hasilna,, heuheu,,
PONC di Concat | 29 Jun 2008 13:09:04
Buat ujicoba sebnyk2nya sebelum kmptsi dimulai, sebagai cara mengumpulkan dana awal. Contoh tiket 10 ribu x 10 ribu penonton diperoleh 100 juta, dikalikan misal 10 pertdngan diperoleh 1 milyar. Harus dimulai per 1 Juli di Stad Maguwo, ayo cepat bergerak !!! Glory PSS.......
yoga di djogja | 29 Jun 2008 13:44:11
saya ingin slemania mematenkan hak cipta kaos buwat laskar2..usul untuk marchendise sangadh setuju!!!!mandiri bukan berarti miskin...
Tatang Slemania dr Sagan di Wis ngerti takon | 30 Jun 2008 04:17:50
Atur aelah sing penting iso melu kompetisi....
littleboy slemania di sleman rock city | 30 Jun 2008 07:58:44
harus beli tiket saat PSS maen, ojo ming do mbludus nek nonton bal2an kie... dimulai dari supporter mari jadikan PSS menjadi klub profesional....