Jozz di sleman | 01 Jul 2008 02:23:11
Begini seharusnya...Pelan tapi pasti, buat apa booming tapi madesu( masa depan suram), kini elang jawa siap terbang dan terus menuju liga super dengan memproduksi bahan bakar sendiri ...! Bravo.
teddy di depok | 02 Jul 2008 05:07:07
Beberapa waktu yang lalu saya kedatangan tamu dari belanda. kita banyak ngobrol tentang euro 2008, sepakbola belanda dan indonesia
tentunya. informasi menarik yang dapat saya peroleh yaitu tantang harga tiket. kebetulan dia fans berat FC Groningen. dan secara
kebetulan pula seragam kesebelasannya juga mirip, yaitu putih hijau. Dengan kapasitas stadion yang hanya 19.739 dengan all
individual seat atau setara dengan MIS tanpa individual seat, harga season ticket yang ditawarkan 173 - 260 euro untuk 17 home
pertandingan eredivisie. itu berarti Rp 2.520.000 - Rp 3.875.000 untuk 17 pertandingan atau Rp 148.000 - Rp 228.000 per
pertandingan. Bandingkan dengan harga tiket di MIS yang hanya Rp 10rb - Rp 40rb per pertandingan. Teman saya yang bernama Jouke ini
langsung berkomentar "wowwww....it's almost free...(wow...hampir gratis..)". Dia sangat heran, bagaimana klub bisa memperoleh
penghasilan untuk merawat dan mengupgrade stadion kalau harganya cuma segitu. Untuk bisa melakukan apa yang FC Groningen sudah
lakukan sekarang, mungkin PSS baru bisa mencapainya 5-10 tahun lagi. Sangat ketinggalan sekali, bahkan boleh dibilang sangat tidak
sehat. Sekarang balik lagi ke MIS...andai kita pasang individual seat pada tribun merah dan biru sehingga kapasitas stadion
menjadi...katakanlah 25.000, dengan perbandingan misalnya 15rb untuk individual seat dan 10rb untuk ekonomi dan dengan harga tiket
yang naik menjadi 50rb untuk individual dan 20rb untuk ekonomi (sukur2 lebih....biar dapat duit lebih banyak), panpel bisa
mendapatkan omzet maksimal Rp 950juta per pertandingan. Itu berarti penghasilan meningkat 2-3 kali lipat dibandingkan dengan
sekarang. Apabila asumsi satu musim ada 17 home match, maka omzet maksimal = Rp 16,15 miliar (-> mendekati kebutuhan Persija untuk
setiap musimnya), tentu saja setelah dipotong biaya panpel, pajak, dan dikalikan asumsi loading factor setiap pertandingan. Saya
dengar kebutuhan PSS untuk musim depan hanya 9 M... (dadi mestine turah to???).
Maaf (kaya mpok Minah ya...:p), bukannya saya lancang, sok keminter, atau sok tahu....tapi saya hanya seorang slemania sejati dan
menurut saya fantasi saya cukup masuk akal apabila PSS ingin mandiri dan lepas dari APBD sementara sponsor sulit didapat. Dengan
sosialisasi yang cukup, promosi yang gencar, perbaikan infrastruktur dan panpel pertandingan saya rasa teman-teman Slemania yang
lain tidak akan keberatan jika harga tiket naik....Demi tim kebanggaannya dapat berlaga di divisi utama musim depan. Toh
rekan-rekan pemain PSS juga semestinya tidak akan bertanding dengan semangat asal-asalan, karena tahu bahwa hidup mereka sangat
bertumpu pada keberadaan Slemania.
Sementara untuk teman-teman Slemania, apabila kurang mampu membeli tiket untuk semua pertandingan home PSS, diakalin saja kita
menonton 2-3 pertandingan sekali. Lagipula, karena kapasitas stadion manjadi berkurang, tentunya tidak semua Slemania kebagian
tiket bukan?? Sambil berharap kapasitas stadion bertambah musim depan atau 2 musim lagi atau mungkin lebih, teman-teman Slemania
yang lain bisa membuat acara nonton bareng di luar stadion apabila memungkinkan. Ajaklah perusahaan multimedia di Jogja seperti
3Che, Evio, atau bahkan Kalasan Multimedia untuk menyediakan Giant Screen beserta peralatannya agar pertandingan dapat ditonton
secara langsung di luar stadion.
Kalau saya pribadi sih, kita semestinya punya stadion setidaknya seperti stadion Palaran di Samarinda (kapasitas 40.000 all
individual seats). Semua teman-teman Slemania bisa masuk dalam stadion dan bisa menonton dengan nyaman. Tanpa harus datang jam 2.30
supaya kebagian tempat duduk yang strategis. Tanpa harus berdesak-desakan dan upacara bendera (karena harus berdiri) di pintu
lorong karena tidak kebagian tempat. Tanpa harus khawatir tempat duduknya dipakai orang setelah kita buang air kecil sebentar.
Tanpa harus menghirup bau pesing di tribun atas, karena banyak yang khawatir tempat duduknya dipakai orang sehingga musti pipis di
tribun atas. Tanpa harus bosan, kok di kiri pedang di kanan pedang .... di mana-mana adanya pedang ooooo (lanangan kabeh je....).
Sekarang semua kembali ke rekan-rekan Slemania, apakah (nuwun sewu) kersa apabila ada wacana seperti ini.
Wassalam... Viva PSS Sleman!!!
t0mb0L di Sleman Rock City | 02 Jul 2008 09:22:07
Tullll.....saya setju bgt dgn komnetar mas teddy....yg namanya pendukung setia,suporter sejati ato apalah namanya pasti mau melakukan ap aj untuk kemajuan tim kebanggannya.....kl bukan dari qt dr sp lg????
bagoz di kalasan pojok wetan | 02 Jul 2008 11:21:01
cah2 slemania sejati pasti do gelem beli tiket......berapapun harganya....asal tentunya diimbangi dgn prestasi yg baik pula dari PSS,,,,,,tp apapun yg terjadi,, PSS tetap kebanggan dan simbol Sleman.....
Sleman bukan hanya terkenal dari salak pondohnya Bung !!!!
Sleman tyerkena jg karena PSS !!!!!
I Luv U guys,,,,,,,,,
anDY Mj di walan9 IJO djakarta | 29 Jun 2008 12:30:46
kalo nggak mandiri mulai dari sekarang,mau kapan lagi.masih pengen disuapin.
abay di bdg, bntr lg plg jogja | 29 Jun 2008 13:02:24
usul ni,,
pss buat apa kek,,
kaos asli,, stiker,, pin,, foto bareng pemaen,, ato apa aja,, jadi merchandise resmi pss gitu,,
kan lumayan tuh hasilna,,
heuheu,,
PONC di Concat | 29 Jun 2008 13:09:04
Buat ujicoba sebnyk2nya sebelum kmptsi dimulai, sebagai cara mengumpulkan dana awal. Contoh tiket 10 ribu x 10 ribu penonton diperoleh 100 juta, dikalikan misal 10 pertdngan diperoleh 1 milyar. Harus dimulai per 1 Juli di Stad Maguwo, ayo cepat bergerak !!! Glory PSS.......
yoga di djogja | 29 Jun 2008 13:44:11
saya ingin slemania mematenkan hak cipta kaos buwat laskar2..usul untuk marchendise sangadh setuju!!!!mandiri bukan berarti miskin...
Tatang Slemania dr Sagan di Wis ngerti takon | 30 Jun 2008 04:17:50
Atur aelah sing penting iso melu kompetisi....
harus beli tiket saat PSS maen, ojo ming do mbludus nek nonton bal2an kie... dimulai dari supporter mari jadikan PSS menjadi klub profesional....