26 December 2007
Upaya Panitia Pelaksana (Panpel) PSS Sleman mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI berupa sekali partai usiran dan denda Rp 25 juta berbuah manis. Panpel menerima fax Nomor: 28 NH/XII/2007 tertanggal, Sabtu 22 Desember, dan ditandatangani langsung Ketua Umum PSSI Nurdin Halid tentang PK hukuman Panpel PSS.
Isi fax tersebut di antaranya membatalkan keputusan Komdis Nomor: 83 KD/LI/XIII/XII/2007 tertanggal, Selasa 11 Desember, mengenai partai usiran. Sedangkan denda Rp 25 juta yang dijatuhkan Komdis kepada Panpel tetap berlaku.
"Memang keputusan ini yang kami harapkan sejak awal. Karena, sanksi yang dijatuhkan tidak setimpal dengan insiden yangh terjadi," terang Sekretaris Panpel PSS Suparlan di Sleman, Selasa (25/12/2007).
Itu artinya, laga PSS kontra PSDS Deli Serdang, Kamis 27 Desember, tetap dilangsungkan di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Sebab, menurut sanksi yang dijatuhkan Komdis, Elang Jawa, julukan PSS, harus menjamu Tractor Kuning, julukan PSDS, di luar Stadion Maguwoharjo.
"Kami tetap diperbolehkan menggelar pertandingan dengan penonton. Jadi, PSS tetap bisa mendapat income dari hasil penjualan tiket," lanjut Suparlan.
Kabar baik tersebut disambut antusias Manajemen PSS. Sebab, Manajer Laskar Sembada , julukan lain PSS, Hendricus "Mbah Mul" Mulyono menyatakan, diusirnya laga PSS kontra PSDS merupakan sebuah kerugian besar bagi George Oyedepo dkk. Apalagi, tim besutan Rudy William Keltjes hanya tinggal menyisakan dua pertandingan lagi. Yaitu menjamu PSDS dan Persiraja Banda Aceh, Minggu, 30 Desember.
"Sayang kalau Slemania (pendukung fanatik PSS) tidak bisa memberikan dukungan di masa-masa akhir kompetisi. Selain itu, kalau melihat kejadiannya, memang kurang pas kalau kami mendapat hukuman partai usiran. Karena, justru pihak Persitara (Jakarta Utara) memancing terjadinya keributan," cetus Mbah Mul.
[ by : OZ ]


