28 October 2007
Squad Elang Jawa yang datang untuk memperbaiki rekor pertandingan di Brawijaya harus tertunduk usai laga menghadapi Persik Kediri dalam lanjutan Liga Indonesia pada Sabtu (27/10) yang berkesudahan 2-6.
Kekalahan ini tak merubah rekor kekalahan besar yang selalu diderita PSS jika bertandang ke kandang Persik Kediri sejak tahun 2003. Pada tahun 2003, Suwita Pata dkk dirontokkan oleh tiga gol Bamidele Frank Bob Manuel tanpa balas. Setahun kemudian Bamidele Frank Bob Manuel kembali menyumbang dua gol, ditambah satu gol Suswanto yang membuat PSS takluk 0-3 dari Persik. Pada tahun 2006, PSS dinyatakan kalah 0-3 setelah mundurnya PSS akibat Gempa Bumi Jogja-Jateng 2006.
Kubu PSS sangat kecewa dengan hasil kemarin. Pelatih Rudy William Keltjes dalam jumpa pers menuding mental pemainnya yang drop akibat gol Harianto pada menit ke-10. Tapi, dia mengakui kualitas tuan rumah. "Kami memang kalah kelas dari Persik," ujar dia.
Selain itu, Rudy mengakui bahwa timnya memang lambat panas. Elang Jawa baru menemukan bentuk permainan pada menit-menit akhir. Buktinya, mereka berhasil menjebol gawang Kurnia Sandy dua kali melalui Gaston Castano pada menit ke-80 dan Souleymane pada menit ke-89. Menariknya, dua gol tersebut terjadi dari eksekusi tendangan bebas.
Macan Putih membuka kemenangan lewat tandukan Harianto pada menit ke-10 dengan memanfaatkan umpan Ronald Fagundes dari sayap kiri pertahanan PSS. Libero PSS George Oyedepo yang berusaha menghalau bola justru semakin membuat bola menghunjam keras ke gawang sendiri.
Gol kedua dicetak Pieter Lipede pada menit ke-17. Lalu, Christian Gonzales menggenapi jumlah gol menjadi tiga pada menit ke-27 melalui titik penalti. Hukuman 12 pas itu diberikan wasit Jajat Sudrajat asal Bandung setelah Gonzales dilanggar Anderson da Silva.
Memasuki babak kedua, Macan Putih tak mengendurkan serangannya. Gonzales mencetak hat-trick setelah menambah dua gol pada menit ke-54 dan ke-63. Sedangkan satu gol lagi dipersembahkan Musikan pada menit ke-72.
[ by : admin ]


