Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan Berita Bola Biasa

VOTING

sembari menunggu siapa pelatih yang akan menukangi PSS musim ini. Mari voting siapa pilihan anda ?








Home » News

Saatnya Untuk Memberi, Bukan Malah Membebani

22 September 2007

aksi Slemania di Stadion Maguwoharjo
-------------------------------------------------------
Judul di atas bukanlah persepsi secara subyektif akan tetapi secara objektif itulah penilaian publik terhadap dinamika supporter sepak bola di Indonesia. Gerah memang selama ini kita masih mendengar tingkah laku anarkis dari suporter sepak bola di Indonesia. Nyaris semuanya telah tercerabut dari esensi atau akar sebagai suporter.

Keributan yang terjadi dalam beberapa pertandingan yang dipicu oleh sebuah ketidakpuasan atas hasil pertandingan atau dendam lama terhadap klub maupun kelompok suporter lain, sampai dengan detik ini.masih mewarnai perjalanan sepak bola di negeri berpenduduk 200 juta jiwa ini Kasus terakhir adalah insiden pemukulan yang dilakukan oleh oknum supporter terhadap perangkat pertandingan.

Pertandingan sepak bola tanpa kehadiran penonton atau suporter jelas terasa hambar. Suporter adalah elemen penting yang bisa membuat arena pertandingan lebih berwarna. Beribu-ribu suporter senantiasa berduyun-duyun dating ke stadion. Uniknya mereka tidak hanya dating untuk menonton, tetapi para supporter tersebut selalu menyuguhkan atraksi-atraksi yang cukup atraktif dan kreatif. Inilah fitrah atau jati diri seorang suporter.

Namun sangat disayangkan, dewasa ini mereka sudah menanggalkan fitrahnya sebagai suporter dalam memberikan dukungan bagi tim kesayangannya baik secara moril maupun secara finansial. Adanya saat ini keberadaan mereka malah menjadi batu sandungan atau kerikil tajam yang menghambat laju klub dengan segala tindakan anarkis yang mereka lakukan. Mereka malah membuat rugi klub, karena klub harus menerima sanksi berupa denda puluhan juta rupiah dan partai usiran yang dijatuhkan oleh komisi disiplin buntut dari tindakan yang dilakukan oleh para pendukungnya.

Untung ditengah situasi seperti ini masih ada saja kelompok-kelompok supporter yang masih setia pada jalurnya sebagai kelompok suporter dengan citra positif. Sebutlah mereka Slemania dan Aremania. Merekalah yang sampai detik ini mempu memberikan kontribusi positif kepada tim kesayangannya. Kehadiran mereka di stadion selain memberikan nuansa yang lebih indah juga mendatangkan keuntungan bagi klub, karena mereka selalu membeli tiket pertandingan. Keduanya juga mampu berpikir dewasa baik di dalam stadion maupun di luar stadion dalam menyikapi hasil pertandingan. Slemania dan Aremania layak untuk dijadikan barometer dinamika suporter sepak bola di Indonesia.

“Kami beruntung memiliki Slemania. Mereka benar-benar memberikan dampak positif bagi perkembangan klub dalam hal prestasi maupun finansial” ujar Ketua Panpel PSS, Samsidi kepada Jawa Pos. Sikap arif dan kedewasaan suporter memang berperan disini. Namun bagi keduanya, penilaian atas segala jerih payah mereka ini jangan lantas menjadikan keduanya untuk berbesar diri atau sombong. Justru ini menjadi tantangan bagi supporter dengan citar positif untuk dapat mempertahankan predikat yang telah melekat dalam dirinya.

Terakhir hal yang harus selalu digaris bawahi oleh setiap kelompok supporter manapun adalah usaha mereka untuk selalu memberikan kontribusi selain dukungan moral yakni dukungan finansial. Suporter diharapkan untuk tidak selalu “mengemis/keringanan harga tiket” kepada klub untuk urusan masuk ke dalam stadion. Paradigma nonton gratis dengan cara memanjat dinding stadion harus dibuang jauh-jauh. Suporter adalah nyawa kedua sebuah klub. (Disarikan dari Jawa Pos, Jum’at, 21 September 2007)

[ by : boy/admin ]

<< back to index

Komentar

tambah komentar

Di di er Drogba | 22 Sep 2007 07:45:32
Pertamax.....(kaskus mania) pokoke sebelum pertandingan selesai jangan boleh penonton gratisan masuk.
Bowo di Slemania | 22 Sep 2007 08:22:26
Dimana-mana kita slalu saudara. Slemania, The jack, Aremania. Nek Brajamusti, Pasopati ASu......
anDY mJ di Walang ijO DJAKARTA / SLEMANIA B@TAVIA | 22 Sep 2007 09:58:40
indahnya sepak bola tanpa kerusuhan
den bagus | 22 Sep 2007 10:29:14
didier drogba katrokkkkkkkkkkkkkkkkkk
dennni di kalasan | 22 Sep 2007 12:27:55
aremania kita saudara mari kita bunuh brajamusti dan pasoepati
Manoek di Sempak di Wates | 22 Sep 2007 12:31:40
Kulihat....Kudukung...KUBANGGAKAN. Ayo cah slemania nek arep ndelok PSS ki kudu mbayar men PSS sugih...!!!
andor di lainbenua | 22 Sep 2007 15:19:42
menang ora umuk kalah ora ngamuk, draw ora ngantemi wasettttttttttt !!!! siapa lage klo bukan slemania???
berlian di sleman | 22 Sep 2007 23:05:08
viva la slemania hilangkan anarki dalam suporter di indonesia
JOgja WELL di jogjA | 23 Dec 2007 18:11:15
BRAJAMUSTI LAN BONEX BERSAUDARA SLEMAN [EMPRIT JAWA]asuuuuuuuuuuuuuuu FUCKSOEPATI............. BRAJAMUSTI LAN BONEX SUPORTER TANGGUH.. kita dukung PSIM JOGJA skrg dan SELAMANnya
dhanex_suck di slemania | 23 Sep 2007 00:36:16
bagai mna suatu kerusuhan ra mungkin tjd.... ktanya kga rasis!!! lagu2slemania masih provokatif!!bunuh brajamusti, pnserbiru,dll.... aku yo sengit karo sing jenenge brajamusti(gaweane syyirik saja)!tapi mbok jangn kya gitu kita bisa bersikap lebih dewasa!!!wong yo SLEMANIA gtoh.... sory klo kata2nee terlalu bullshit!!tapi nee kenyataan... dan ku mau SLEMANIA KU lebih DEWASA lagi... BAEX hati!!! wis ngono wae... Salam satu hati SLEMANIA...