16 July 2007
Aksi demo dilancarkan gabungan 10 Kelompok suporter Indonesia di depan Hotel Ritz Carlton, Minggu (15/7), tempat ofisial Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) tinggal selama Piala Asia 2007. Unjuk rasa ini sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap kepemimpinan wasit dari Uni Emirat Arab (UEA) Ali Al Badwawi, saat memimpin pertandingan Indonesia lawan Arab Saudi, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (14/7) malam.
Pendukung Timnas Indonesia merasa wasit yang berasal dari kawasan yang sama dengan Arab Saudi itu, banyak mengambil keputusan yang merugikan Bambang Pamungkas dkk. ”Kalah bukan masalah, asal pertandingan berlangsung sportif. Kami ingin agar AFC lebih adil dalam menentukan wasit untuk memimpin pertandingan,” kata Danang Ismartani, ketua Jakmania, yang menjadi koordinator aksi unjuk rasa.
Setelah orasi selama satu jam, pada pukul 14.45 WIB, koordinator keamanan AFC Dato Dell Akbar bin Hayder Khan menemui suporter dan minta tiga perwakilan masuk hotel menemui wakil AFC. Danang kemudian ditemani, R Supriyoko dari Slemania, dan Daeng Uki dari Macz-man Makassar. Sekitar setengah jam kemudian, perwakilan suporter Indonesia keluar didampingi Sekretaris Jenderal AFC Dato Paul Mony Samuel.
”Saya telah bicara dengan perwakilan kalian dan mendengar keluhan yang ingin kalian sampaikan. Sebelumnya saya berterima kasih, karena suporter Indonesia sangat mendukung perhelatan Piala Asia dengan selalu memenuhi stadion. AFC berjanji akan lebih memperhatikan soal kualitas dan penunjukan wasit agar tidak ada lagi tim yang merasa dirugikan dalam setiap pertandingan,” kata Dato Paul di depan sekitar 200 demonstran.
Sementara itu PSSI melayangkan protes resmi ke AFC, berkait dengan kinerja wasit Al Badwawi Ali Hamad Madhad Saif, yang dinilai kurang mencerminkan sportivitas dan menjunjung tinggi fair-play. ”Kami tak puas dengan kepemimpinan wasit dan akan segera mengajukan protes,” ungkap Ketua Umum PSSI Nurdin Halid kepada wartawan, selang satu jam usai Indonesia dikalahkan Arab Saudi 1-2.
”Protes ini bukan sebuah pembelaan diri karena tim kita kalah, tetapi Anda lihat sendiri betapa kepemimpinan wasit memang sangat merugikan tim kita,” tegas Nurdin Halid.
[ by : kr.co.id ]


