08 March 2007
Kekalahan 0-1 dari Sriwijaya FC kemarin menjadi pukulan telak bagi pelatih PSS Sleman Horacio Montes. Sebab dengan kekalahan ini PSS terperosok ke zona degradasi, yakni di peringkat 17 dari 18 tim Wilayah Barat.
Apalagi dari enam pertandingan tersebut PSS hanya mampu memetik kemenangan sekali, ketika mereka mengalahkan Pelita Jaya 2-1 pada 18 Februari lalu.
Selebihnya adalah dua kali seri dan tiga kali kalah. Sebelum ditaklukkan Sriwijaya, PSS sudah dibekuk Persitara dengan skor 2-0 dan dikalahkan PSDS juga dengan skor 2-0. Hasil ini tentu saja membuat posisi Horacio terancam. Sebab dia didatangkan jauh-jauh dari Argentina, tapi tidak mampu mengangkat prestasi PSS.
Namun, pelatih asal Argentina itu malah mengaku siap dipecat jika manajemen PSS menginginkannya untuk mundur. "Sebelum menjadi pelatih PSS, saya sudah ada komitmen dengan menajemen PSS. Jika mereka ingin saya berhenti jadi pelatih, saya siap saja," ucap Horacio.
Horacio juga mengakui dalam pertandingan kemarin Sriwijaya FC bermain bagus. Mereka ditunjang materi pemain yang bagus-bagus. Meski demikian, Horacio tidak mau menyalahkan pemainnya, malah dia memberikan pujian.
Sama seperti pelatih, kekecewaan tidak terlalu terpancar pada diri Andi Iswantoro dan kawan-kawan, meski dalam hati menorehkan luka yang cukup pedih.
"Yang membuat saya merasa senang di PSS adalah dukungan yang diberikan pada saya, baik pemain maupun asisten-asisten saya. Untuk pertandingan ini, saya menerima kekalahan, karena Sriwijaya memang pantas mendapatkannya," lanjutnya.
Pelatih berwajah teduh dan ramah ini tidak mau komentar, meski ada beberapa keputusan wasit yang membuat kesal. "Saya nggak mau komentar tentang wasit. Mereka tentu punya tugas dan keahlian sendiri. Jadi untuk apa dikomentari panjang lebar," pungkas Horacio.
[ by : (jawapos) ]


