01 February 2007
Bila Permendagri soal larangan penggunaan APBD untuk dana sepakbola diberlakukan dalam kompetisi Liga Indonesia tahun 2007 ini juga, memang akan membuat klub seperti PSS yang mengandalkan APBD tak akan bisa menjalani kompetisi sampai selesai. Sebetulnya Hendricus sendiri juga setuju dengan adanya Permendagri tersebut, namun jangan diberlakukan mendadak.
PSS Sleman tak masalah jika kucuran dana dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) dihapus. Namun dengan syarat, langkah itu dilakukan pada musim kompetisi tahun depan.
”Jika itu dilakukan untuk kompetisi tahun berikutnya tak masalah, karena klub bisa membelanjakan pemain dengan lebih hati-hati. Kalau perlu PSSI sendiri juga membuat aturan agar jumlah pemain asing dikurangi,” kata Manajer PSS Sleman Hendricus Mulyono, Rabu (31/1) kemarin.
Untuk tahun ini, Hendricus berharap tetap diberlakukan seperti dulu dan setelah kompetisi 2007 selesai, PSSI bisa mengadakan pertemuan dengan para manajer tim dan dengan yang terkait masalah APBD, untuk memikirkan bersama agar Liga tetap berjalan namun tak memakan dana rakyat yang cukup besar.
Saat ini, tambah Hendricus, pemain asing memang terlalu banyak. Maka nanti untuk pemain asing setiap klub bisa dikurangi maksimal dua atau mungkin tak usah menggunakan pemain asing, karena pemain asing memang banyak menyedot biaya yang besar.
PSS Tetap Jalani Latihan
Sedang dalam masa menanti jadwal yang pasti, PSS terus menjalani latihan di Stadion Maguwoharjo maupun di Stadion Tridadi, Sleman. Dalam minggu ini PSS akan melakukan sekali ujicoba, meski lawan sedang dicari.
[ by : admin/it-kr ]


