17 February 2006
Klub yang memiliki nama resmi Persatuan Sepakbola Bontang Pupuk Kaltim Galatama (PS Bontang PKT Galatama) ini secara resmi berdiri sejak 18 Juni 1988. Namun, beberapa tahun sebelumnya telah hadir embrio klub ini yang dinamakan PS Guntung, yang juga merupakan nama daerah terdekat dengan pabrik Pupuk Kaltim selain Lhoktuan. Salah satu tujuan didirikannya kesebelasan berskostum Putih Hijau ini adalah mempopulerkan kota Bontang ke penjuru Indonesia, selain sebagai sarana promosi perusahaan, media hiburan, dan bentuk kepedulian Pabrik Pupuk terhadap pembinaan sepakbola nasional.
Bontang, markas mereka memang jauh dari pusat keramaian. Bahkan, dulu, beberapa pemain andal pindah bukan karena cekcok. Tapi, mereka tak tahan dengan kesepian. Tapi, suasana tenang dan asri di komplek perusahaan pupuk justru bermanfaat buat memelihara terciptanya stabilitas prestasi tim PKT Bontang. Mereka memang belum pernah juara, namun mereka juga tidak pernah kalang kabut terancam degradasi. Prestasi terbaik mereka adalah peringkat kedua pada Kompetisi Galatama 1990/1992, terpaut dua poin dari Arseto Solo, dan peringkat dua pada Kompetisi Liga Indonesia 1999/2000 saat Fachri Husaini dkk dipecundai PSM Makasar di Final.
Selain itu, kontribusi mereka sebagai suatu komunitas sepakbola kepada peningkatkan prestasi sepakbola nasional tergolong besar. Mereka mendirikan Diklat Sepakbola Mandau, yang antara lain, melahirkan beberapa pemain nasional seperti Bima Sakti, dan Sumardi. Selain lewat Diklat, PKT Bontang juga sukses memoles beberapa pemain yang akhirnya menjadi pemain andalan timnas Indonesia seperti Fachri Husaini, Ponaryo Astaman, dan Djet Donald Laala. Padahal, untuk mencapai semua kehormatan itu, PKT dari musim ke musim tak terlalu royal membeli bintang mancanegara kelas atas atau bintang lokal paling kemilau. Mereka cukup mengandalkan skuad yang tak terlalu mentereng, tapi diramu secara efektif dan efisien.
Begitu juga tahun ini, saat PKT Bontang mempercayakan Suharno untuk menyusun materi pemain. PKT Bontang merekrut pemain-pemain potensial dari Divisi Satu sebagai kekuatan baru. Mereka diantaranya adalah M.Anwar, M. Dwi Wahyudi, Risdianto (Persibat Batang), Hendra Ridwan, Zulkifli (Persim Maros), Nurcholis Hamdi (Mitra Kukar), dan ditambah alumni Diklat Mandau seperti David Aryanto, Rachmat Wahyudi dan Arifki Ekaputra. Toh PKT Bontang tetap percaya diri mampu mengatasi lawan-lawannya, dan menargetkan masuk empat besar Wilayah Timur.
Saat ini tim yang sehari-hari bermarkas di Bukit Tursina ini, akan datang menantang Elang Jawa di Stadion Tridadi. Yang menarik, ada aroma nostalgia dari pertemuan kedua tim. Paling tidak hal tersebut dirasakan oleh Suharno, pelatih yang berjasa meloloskan PSS dari jurang degradasi saat awal menapaki Divisi Utama Liga Indonesia. Selain itu, masih terdapat Muhamad Dwi Wahyudi yang bahkan pernah empat musim bersama PSS dan ikut berjasa mengantar PSS Promosi dari Divisi Satu. Terakhir, Risdianto, pemain asal Klajoran Godean, akan ikut memperkuat PKT Bontang menantang tim "tanah kelahirannya" di stadion yang pernah diakrabinya saat ia menjadi pemain PSS baik di tingkat yunior maupun senior.
Squad PKT Bontang 2006
Kiper:
Zully Try Hariyanto, M Anwar, David Aryanto
Belakang:
Kardi Gani, Nuralim, Zulkifli S, M. Dwi Wahyudi, Putra Habibi, M Anshori, Andy Kapauw, Wawan Widiantoro, Rusdiansyah "Acok", Agung Budiman, Lilik Suheri, Victor Anderson
Tengah:
Mansyur, Ardiansyah, Stefenson Yakob L, Zulkifli, Ricardo Andrian Silva, Hendra Ridwan, Rachmat Wahyudi, Arifki Ekaputra, Fauzi Lamarauna
Depan:
Risdianto, Camara Fode, Komang Mariawan, Nurcholis Hamdi, Oumar Francis
Pelatih :
Suharno
[ by : admin ]


