08 February 2006
Pelatih Persiwa, Djoko Susilo mengakui kuatnya pertahanan PSS Sleman dalam pertandingan menghadapi Persiwa Wamena (7/2) sehingga baru bisa ditembus oleh anak asuhnya melalui Boakai E. Foday tiga belas menit menjelang pertandingan usai.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Pendidikan, Wamena tersebut berlangsung seru sejak wasit yang memimpin jalannya pertandingan, Syaharudin (Enrekang) meniup peluit tanda dimulainya pertandingan. Kedua tim terlihat sama-sama ngotot untuk menyarangkan bola ke gawang lawan.
Persiwa Wamena dengan ciri khas permainan kerasnya dan gesit, terus berusaha melakukan tekanan. Tapi tembok pertahanan PSS Sleman benar-benar kokoh. Striker Persiwa Tutug Widodo, Roberto Kwateh dan Pieter Rumaropen tampak kesulitan mendobrak gawang PSS Sleman yang dijaga Bayu Cahyo.
Kubu PSS Sleman pun melakukan serangan-serangan balasan. Mungkin karena pertahanan Persiwa juga lumayan kuat, maka pemain-pemain 'Elang Jawa' ini lebih banyak mengandalkan tendangan-tendangan jarak jauh yang langsung diarahkan ke gawang Persiwa yang dijaga Daniel Saroge.
Berkali-kali tekanan dilakukan kubu Persiwa, namun belum bisa membuahkan hasil. Usaha anak-anak Persiwa nyaris membuahkan hasil, ketika kerja sama gelandang kiri Ishak Burami dengan Roberto Kwateh yang sudah berdiri agak bebas, namun tendangan datarnya masih sekitar 1 meter di sebelah kanan gawang PSS.
Melihat anak asuhannya sedikit mendapat tekanan dari PSS Sleman, Pelatih Djoko Susilo memasukkan Pieter Rumaropen menggantikan posisi Ishak Burami pada menit 36. Masuknya Pieter Rumaropen menambah anak-anak Persiwa lebih bersemangat melakukan serangan-serangan balasan dari semua lini. Usaha ini sedikit dapat mengobrak-abrik lini pertahanan PSS Sleman yang terkesan sangat kuat itu. Namun usaha anak-anak Persiwa sampai jedah babak pertama tetap belum membuahkan hasil. Kedudukan imbang 0-0 sampai turun minum.
Memasuki babak kedua, anak-anak "Elang Jawa" Sleman terlihat sangat lelah. Ini dimungkinkan akibat cuaca dingin dan hembusan angin Kurima yang cukup kencang datang mendera sejak partai ini digelar.
Pertandingan baru berjalan 1 menit babak kedua, Pelatih PSS Sleman, Heri Kiswanto, memasukkan Bayu A. Cahyadi menggantikan posisi M. Arif. Melihat anak-anak Sleman mnegalami kelelahan, anak-anak Persiwa justru menambah daya gempurnya.
Untuk lebih meningkatkan serangan, lagi-lagi Pelatih Djoko Susilo melakukan pergantian pemain. Melki Pekey masuk menggantikan posisi Roberto Kwateh di menit 54. Demikian halnya kubu Sleman pada menit ke 68, Agus Purwoko dimasukkan pelatih Heri Kiswanto menggantikan posisi Slamet Nurcahyo.
Tak putus-putusnya anak-anak Pegunungan Jayawijaya ini berusaha menjebol gawang PSS. Usaha ini membuahkan hasil, berawal ketika sepak pojok yang dilakukan oleh Herman Rontini. Bola lambung itu diterima oleh Melki Pekey yang langsung mengoperkannya ke Tutug Widodo.
Tapi merasa tak ada ruang tembak, bola yang sudah berada dikaki Tutuk Widodo dioperkan ke Bokai Edi Foday yang berada pada posisi sedikit bebas. Bola langsung dilesakkan dengan keras melalui kaki kanannya ke gawang PSS Sleman. Saking kerasnya, bola tidak dapat diantisipasi penjaga gawang Bayu Cahyo. Dan Golllllllll! Tak pelak sontekan Edi Foday yang membuahkan gol di menit 77 itu disambut dengan sorak gembira sekitar 7.000 penonton yang memadati Stadion Pendidikan Wamena.
Tak lama berselang Bokai Edi Foday harus digantikan Immanuel Padwa setelah mengalami cedera akibat bertabrakan dengan pemain PSS. Akhirnya wasit asal Enrekang (Sulsel) pun meniup peluitnya tand usainya pertandingan. Kedudukan tetap 1-0 untuk tuan rumah, Persiwa.
Pelatih Persiwa, Djoko Susilo mengaku, bahwa anak asuhnya telah bermain maksimal tapi kurang mengikuti instruksinya. Menurutnya, selama 30 menit (20 menit babak I dan 10 menit babak II) anak asuhnya bermain crossing. "Ini sudah jelas saja kita kalah, PSS Sleman jagonya bermain seperti itu, karena memiliki defender yang tinggi "lanjutnya.
Juga diakuinya bahwa secara fisik postur tubuh, anak-anak Persiwa kalah. Makanya Djoko menginstruksikan untuk memanfaatkan lebar lapangan guna membongkar lini pertahanan PSS Sleman yang sangat kuat. "Usaha ini akhirnya berhasil setelah menit 77, anak-anak Sleman lebih terfokus ke Edi Foday dan Ishak Burami dan melepas Tutug serta Roberto," paparnya.
[ by : admin dari cenderawasihpos ]


