06 February 2006
Tuhan sepertinya melindungi gawang PSS yang dijaga Bayu Cahyo Wibowo dalam pertandingan PSS kontra Persipura di Jayapura. Sepanjang pertandingan, gawang PSS senantiasa digempur barisan tuan rumah, tapi hasilnya tetap aman.
Menurut harian Cenderawasihpos, Duel yang dipimpin wasit Erwin Winter dari Jakarta ini sesungguhnya berjalan bagus. Sejak kick off babak pertama dimulai, tuan rumah Persipura sudah menekan barisan PSS Sleman. Sementara tim berjuluk Elang Jawa ini hanya mengandalkan serangan balik dan memanfaatkan keteledoran barisan tengah Persipura yang sering kehilangan bola. Tapi yang patut diacungi jempol, barisan belakang PSS mampu mematahkan upaya para pemain Persipura untuk mencetak gol.
Pada menit keempat pendukung tuan rumah sempat histeris, tembakan keras Rodrigo Alejandro yang menuju ke sasaran gawang Bayu Cahyo mampu ditepis Bayu dengan tenang, bola pun hanya melahirkan sepak pojok buat tuan rumah.
Selang beberapa menit, kembali David da Rocha melakukan umpan crossing mendatar ke mulut gawang PSS, bola liar itu mampu disontek Carrasco, lagi-lagi sayang, bola masih tipis beberapa centimeter di kiri gawang PSS. Bukan hanya itu, masih ada beberapa peluang tuan rumah yang nyaris membobol gawang lawan, tetapi sampai jedah babak pertama skor tetap imbang 0-0.
Memasuki babak kedua, tuan rumah Persipura semakin gencar mengepung barisan pertahanan PSS Sleman dari berbagai lini, baik sayap kanan, kiri maupun penetrasi langsung dari lini tengah. Lagi-lagi ketenangan pemain belakang PSS patut diacungi jempol, mereka mampu mengamankan tekanan itu dengan tenang.
Sejumlah peluang emas diperoleh Persipura, pada menit 74" Ian Kabes yang masuk menggantikan Christian Worabay mampu menusuk dan memberikan track ball sempurna ke depan gawang PSS. Tapi bola sambut yang diarahkan Korinus Fingkreuw masih membentur kaki kipper Bayu Cahyo, bola muntah itu kembali dilanjutkan dengan tembakan lagi, sayang Manu Wanggai yang mencoba melakukan shooting masih membentur tiang gawang dan aman di pelukan Bayu.
Kesempatan kembali tercipta bagi tuan rumah, tendangan bebas Carrasco menit 80" masih mampu diblock Bayu dengan penyelamatan gemilang. Selang tiga menit, kembali Igbonefo yang naik membantu serangan melakukan heading ke arah gawang yang sudah tidak terjangkau kiper, tapi bola itu masih bisa ditanduk keluar oleh Choirul Anam, gagal lagi terjadi gol.
Di menit-menit akhir pertandingan terjadi kemelut dalam area kotak penalty PSS. Bola tampak menyentuh tangan Aceng Juanda, penonton maupun pemain yang melihat kejadian itu langsung berteriak hands ball dan mengangkat tangan. Tapi wasit Erwin Winter yang berdiri hanya lima meter dari tempat kejadian, tetap tidak menganggap itu hands ball. Kontan saja suporter melakukan pelemparan ke dalam lapangan. Beruntung situasi tidak sampai merambat menjadi brutal. Skor tetap bertahan 0-0 hingga 2 x 45 menit selesai.
Usai pertandingan, Pelatih Mettu Duaramuri mengaku kecewa dengan hasil yang diraih anak asuhnya. Sebab cukup banyak peluang yang dimiliki Eduard Ivakdalam Dkk, tapi tak satupun yang membuahkan gol. "Kalau kecewa pastilah. Tapi, mau bilang apa lagi. Kami tetap optimis. Ini menjadi catatan saya untuk mengasah lagi finishing goal para pemain," kata Mettu kepada Cenderawasih Pos seusai pertandingan.
Di tempat yang sama, Manajer Persipura Drs.MR.Kambu,M.Si menilai wasit tidak jeli dan keputusannya bisa memicu keributan di lapangan. "Kami bukan meminta hadiah penalty, tetapi itu dilihat banyak orang. Inikan bahaya, bagaimana kalau tadi sampai terjadi kekacauan yang lebih, siapa yang bertanggungjawab, saya kira Pengawas Pertandingan (PP) harus memberikan laporan yang adil juga ke PSSI," ujar MR.Kambu kepada wartawan.
Di kubu PSS, Pelatih Hery Kiswanto menilai wasit berada di posisi yang sulit. Karena pelanggaran tersebut berupa handsball yang harus dinilai sebagai tangan aktif atau tidak aktif, maka wasit berhati-hati mengambil keputusan, apalagi pertandingan sudah memasuki menit akhir. Lain halnya jika pelanggaran tersebut berupa tackling atau pelanggaran keras lainnya.
Hery mengaku dapat memahami posisi wasit yang sulit, karena jika wasit memberikan penalti, maka PSS juga akan memprotes wasit tersebut ke BLI dan berakibat diistirahatkannya sang wasit. Ia hanya berharap semua pihak dapat menerima keputusa wasit, dan tidak menuduh pihaknya memiliki konspirasi dengan wasit yang bersangkutan.
[ by : admin dari berbagai sumber ]


