20 January 2006
Bagi masyarakat Minahasa, Burung Manguni, sejenis Burung Hantu yang ukurannya lebih kecil memiliki arti yang penting. Burung Manguni adalah burung yang dianggap sebagai petunjuk untuk berperang. Jadi tidaknya menyerang musuh, ditentukan dari interpretasi terhadap arah terbang burung itu. Bagi Persmin Minahasa, tim yang berjuluk Manguni Makasiouw, arah burung tersebut kini mengarah ke Stadion Tridadi Sleman, yang selama ini dikenal sebagai sarang Elang Jawa. Kedua tim akan bentrok pada Sabtu (21/1) untuk menentukan siapa yang terkuat.
Persmin Minahasa merupakan tim kuda hitam yang sejak musim lalu beraksi di pentas Divisi Utama Liga Indonesia. Persmin promosi ke Divisi Utama setelah mendapat jatah gratis akibat penambahan jumlah peserta divisi utama. Kondisi tersebut bak durian runtuh mengingat Persmin selama ini hanya menjadi tim papan tengah di wilayah timur divisi satu sejak Liga Indonesia bergulir. Langkah mereka untuk promosi selalu kandas di babak penyisihan wilayah timur.
Tak mau menyia-nyiakan kesempatan mereka merekrut Djoko Malis Mustafa dan Tony Ho sebagai pelatih. Beberapa pemain dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan pun direkrut bersama dengan kedua pelatih tersebut. Mereka dipadukan dengan materi lokal terbaik yang dimiliki bumi Minahasa. Hasilnya, Persmin sempat menjadi tim penghuni papan atas wilayah timur. Sayang, keterbatasan materi pemain membuat mereka secara perlahan melorot posisinya di akhir musim kompetisi.
Musim ini, Persmin menargetkan masuk babak delapan besar, dan mendatangkan sejumlah pemain baru. Setelah menjalani TC di Jakarta, Persmin kemudian terbang kembali ke Minahasa. Dalam dua laga awal Liga Indonesia 2006, Persmin berhasil merontokkan PSM Makasar, dan Persiter Ternate untuk menjadi penguasa sementara wilayah timur. Layak tidaknya mereka menjadi penguasa wilayah timur akan ditentukan dalam pertandingan tandang pertama mereka ke sarang Elang Jawa.
Materi Persmin Minahasa
Pelatih : Djoko Malis Mustafa
Asisten : Tony Ho
Kiper:
Hendra Pandeynuwu, Sukirmanto
Belakang:
Engelbert Etoga , Christian N'Kono, Djet Donald Laala, Khomad Suharto, Stenly Katuuk, Youngky Rantung, Widhi Susanto, Fatchul Ihya, M. Basri Badusalam
Tengah:
Ronny Firmansyah, Stevy Kussoy, Jorge Toledo Jofre, Akbar Rasyid, Marcel Mandagi
Depan:
Ivan Campos, Daniel Campos, Miro Baldo Bento, Tommy Manggopa, Gery Setia Adi Nugraha, Danny Dumingge
[ by : admin ]


