19 January 2006
Saat sebagian besar pemain PSS musim lalu satu per satu meninggalkan squad Elang Jawa, suasana panik melanda semua pendukungnya. Apalagi melihat gelombang pemain yang datang mengikuti seleksi merupakan pemain-pemain yang tidak cukup terkenal di media. Pemain-pemain tersebut memang rata-rata pernah memperkuat tim-tim liga Indonesia, namun sebagai pemain pelapis. Tak heran, jika perekrutan pemain-pemain baru tersebut disebut sebagai langkah pengiritan yang dilakukan oleh Manajemen PSS. Langkah manajemen dicibir banyak pihak akan mendatangkan kesulitan, dan melemahkan performa Elang Jawa.
Salah satunya pemain yang datang adalah Andri Yoga. Pemain kelahiran Aceh 1 Agustus 1982 ini mengikuti seleksi setelah tahu PSS melakukan cuci gudang, dan berarti kesempatan untuk bermain sangat besar. Sebelumnya, Andri mengawali karir sepakbolanya bersama Persiraja Yunior. Pada Tahun 2003, pelatih asal Aceh Iwan Setiawan yang kini menangani Persibom melihat potensinya.
Iwan kemudian mengajak Andri Yoga ke Jakarta dan memasukkannya dalam tim yang ditanganinya. Bersama Iwan, Andri Yoga pernah membela Persemai Dumai dan PSJS Jakarta Selatan. Terakhir, Andri Yoga membela Persisam Putra yang ditangani kolega Iwan, Sudirman. Saat membela Persisam, Andri mulai menjadi bagian dari squad inti dan berhasil mencetak tiga gol selama kompetisi. Akhirnya, Andri berhasil membawa Persisam promosi ke Divisi Satu.
Selepas dari Samarinda, Andri sempat memperkuat Persiraja Selection yang bertanding melawan Persipura di Senayan Jakarta. Kelincahan larinya kemudian membawanya untuk mencoba peruntungan dalam seleksi di PSS Sleman. Tidak beresnya urusan ijin Carlos Nadalich, membawa keberuntungan bagi Andri Yoga. Dalam pertandingan perdana, Andri yang dikenal memiliki tembakan jarak jauh yang keras dan terarah berhasil mencetak dua gol dan membawa tim barunya, PSS Sleman meraih kemenangan.
[ by : admin ]


