07 October 2005
Pendapatan Panpel PSS Sleman selama 13 pertandingan di kandang sendiri dalam Kompetisi Liga Djarum 2005, hanya cukup untuk pelaksanaan pertandingan. Panpel selama itu hanya meraup Rp 861.232.500, sedang biaya pelaksanaan menghabiskan Rp 572.487.345. Sehingga selama kompetisi Panpel hanya mempunyai sisa Rp 288.745.155.
Sekretaris PSS yang membidangi keuangan Haris Sutarto SE, Kamis (6/10) mengatakan, dari hasil itu dapat menjadi warning bagi klub, bahwa tanpa didukung APBD, PSS tak akan jalan. Karena bila hanya mengandalkan dana cuma ada sisa sekitar Rp 300 juta. Bila ini digunakan untuk mengontrak pemain, mungkin hanya dapat satu pemain asing.
Panpel sebetulnya telah berupaya agar selalu mendapat untung selama pertandingan di kandang, namun kenyataannya dalam putaran pertama Panpel harus nombok dulu, yaitu saat lawan Persikota Tangerang dan Deltras Sidoarjo. Sedang untuk 4 pertandingan lainnya hanya impas, karena kalaupun untung tak lebih dari Rp 10 juta.
Baru dalam putaran kedua Panpel sedikit demi sedikit pendapatan selalu di atas pengeluaran, sehingga akhirnya bisa mendapat sisa sekitar Rp 300 juta. Hasil terbanyak dalam pertandingan kandang saat menjamu PSIS Semarang yang mendapat Rp 133.605.000, sedang saat menjamu Jakarta Rp 109.230.000. Untuk pertandingan lainnya pendapatan di bawah Rp 100 juta. Pemasukan terkecil saat menjamu Persikota Rp 24.247.500 dan menjamu Deltras Rp 37.497.500.
Pemasukan semua itu sudah termasuk dana dari siaran TV selama 4 kali yang mendapat Rp 60 juta. Selama kompetisi juga ditemukan uang palsu senilai Rp 250.000.
[ by : kr ]


