03 October 2005
Tema tersebut adalah tema yang diangkat dalam sarasehan antarsuporter yang diadakan oleh Bala Suporter Kudus Raya (Basoka) pada hari Minggu (2/10) yang lalu. Sarasehan yang bertempat di aula gedung DPRD Kabupaten Kudus tersebut selain dihadri oleh anggota Basoka sendiri juga dihadiri oleh perwakilan suporter-suporter yang ada di Jateng dan DIY. Diantaranya yaitu Slemania, Paserbumi, SNEX, Pasoepati, Laskar Lawu Karanganyar, Paskhas Sukoharjo, Jetman, Banaspati Jepara,Macan muria serta Roban Mania.
Sarasehan tersebut menghadirkan beberapa narasumber yang berhubungan langsung dengan perkembangan persuporteran yang ada di Indonesia yaitu dari media cetak (tabloid Bola, Radar), perwakilan tokoh persepakbolaan setempat serta tak ketinggalan orang yang sangat berpengaruh bagi perkembangan suporter di Indonesia yakni Mayor Haristanto.
Dalam sarasehan tersebut terjadi interaksi yang hampir semuanya mengarah pada bagaimana mewujudkan suporter yang kreatif dan tidak anarkhis, karena selama ini suporter masih dianggap sebagai biang rusuh dan biang keributan.
Dalam kesempatan tersebut juga digunakan oleh masing-masing suporter untuk bertukar pemikiran dan saling bertukar pengalaman satu sama lain. Selain itu juga sebagai ajang interaksi dan perkenalan antarsuporter yang ada di Jateng dan DIY.
Acara yang berlangsung dua sesi tersebut diharapkan dapat menjadi landasan berpikir bagi suporter khususnya yang ada di Jateng dan DIY untuk mewujudkan suporter yang benar-benar menjadi pendukung tim yang baik.
[ by : hjr ]


