19 September 2006
Manajemen PSS Sleman akan segera menyelesaikan proses ikatan kontrak terhadap tujuh pemain lama dan satu pemain baru mulai awal bulan depan. Sedang untuk tambahan pemain, bakal dilakukan lewat seleksi setelah pelatih asal Argentina Horacio A Montes tiba di Sleman. Demikian dikatakan Manajer PSS Hendricus Mulyono.
Menurutnya, beberapa pemain tersebut sebetulnya masih terikat kontrak dengan PSS karena ada yang habis kontraknya sampai November ataupun Desember mendatang, sehingga isu mereka akan pindah dinilainya sulit terwujud selama PSS belum mengeluarkan surat keluar pada pemain tersebut. ”Sebetulnya para pemain seperti Slamet, Choirul Anam tetap akan menunggu sampai saya pulang dari Argentina, maka kalau ada berita para pemain segera hengkang bila tak segera diselesaikan kontraknya oleh PSS mereka akan pindah, tentu bukan dari pemain sendiri namun dari orang-orang yang akan mancari untung dari pemain tersebut,” katanya.
Untuk itu setelah mendapatkan pelatih dan pemain asing dari Argentina, manajemen segera mengontrak para pemain tersebut. ”Delapan pemain yang mendapat rekomendasi dari Herry Kiswanto akan diselesaikan kontraknya. Apapun resikonya pemain yang sudah mendapat rekomendasi tetap akan dipertahankan. Walaupun mungkin bagi pelatih yang baru nanti ada yang tidak cocok. Sedang untuk pemain lainnya akan dicari lewat seleksi bersama pelatih yang baru nanti,” katanya.
Sementara itu pemain dan pelatih PSS Sleman asal Argentina direncanakan tiba di Sleman awal Oktober mendatang. Manajemen PSS kini juga masih mencari satu pemain lagi yang juga berasal dari Argentina. Tetapi satu pemain ini sudah bermain di Liga Indonesia dan kini sudah melakukan komunikasi dengan manajeman. Demikian dikatakan Manajer PSS Hendricus Mulyono saat dihubungi, Jumat (15/9).
Menurutnya, empat pemain asal Argentina tersebut kini baru mengurus administrasi untuk ke Indonesia dan diperkirakan awal Oktober sudah berada di Sleman. Dalam kunjunganya ke Argentina, PSS juga telah menjajaki kerja sama dengan empat klub papan atas Argentina, di antaranya Boca Junior dan River Plate.
Tetapi karena klub itu diundang ke Indonesia 2007 nanti, maka sampai saat ini belum ada kepastian klub mana yang sanggup datang ke Sleman sekaligus melakukan kerja sama dengan PSS. Wujud kerja sama itu di antaranya pemain Sleman belajar di Argetina atau sebaliknya.
PSS juga telah menawarkan klub-klub itu datang ke Indonesia dengan tour ke Bali, Borobudur, Prambanan dan Kraton Yogyakarta. Dengan bantuan Duta Besar Indonesia di Argentina pembicaraan itu terus berlanjut sampai ada kepastian siapa yang akan menjadi mitra PSS dalam membina sepakbola.
Sementara itu ancaman eksodus dilontarkan M. Ansori. Bek kanan PSS yang akrab disapa Bagong ini ingin hengkang ke klub lain. “Manajemen PSS memang telah menghubungi saya untuk membuka pembicaraan, tapi saya ingin main di klub lain,” katanya.
Alasannya adalah ia juga ingin mendapatkan kejelasan tentang masa depan. “Saya ingin bermain di klub yang punya target jelas. Selain itu, saya dan keluarga juga butuh kesejahteraan yang layak. Mungkin akan ada perubahan setelah aku main di luar Sleman,” harapnya. Dia pun konon siap menuju ke markas Arema di Malang.
[ by : crew, dari berbagai sumber ]


