18 August 2005
Berdasarkan pertemuan yang digelar oleh pengurus harian PSSI dengan Ketua Umum Nurdin Halid di rutan Salemba telah memutuskan bahwa PSSI tidak akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB), karena dianggap KLB bukanlah solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan di tubuh PSSI.
Sebagai gantinya, bakal dilakukan pemberdayaan pengurus yang meliputi reposisi dan restrukturisasi organisasi. Hal itu disampaikan Sekjen PSSI, Nugraha Besoes, didampingi Ibnu Munzir (Kabid Organisasi dan Keanggotaan PSSI) serta Soebardi (Kabid Pembinaan PSSI).
Sebagai pemangku jabatan ketua umum akan tetap dipercayakan sepenuhnya kepada Pjs Ketua Umum PSSI, Agusman Effendi hingga periode kepengurusan berakhir 2007 mendatang.
Dipaparkan Nugraha, PSSI memiliki banyak agenda ke depan yang masih harus diselesaikan. Mulai dari Kompetisi Nasional, Timnas (SEA Games, Asian Games), maupun sebagai tuan rumah Piala Asia 2007. Sehingga, meski desakan untuk menggelar Munaslub semakin bergejolak, hal tersebut dianggap terlalu dibesar-besarkan.
Termasuk mandat dari Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Daud melalui Deputi Bidang Pembinaan Pemuda dan Olahraga, Djohar Arifin Husain, kepada Ketua Umum KONI Pusat, Agum Gumelar, untuk menyelesaikan kemelut di tubuh PSSI.
PSS Dukung KLB
Sementara itu PSS Sleman menjadi salah satu klub yang mendukung KLB ini demi kebaikan PSSI agar dapat menjalankan fungsinya dan menjalankan organisasi dengan baik. Dukungan ini diungkapkan Manajer PSS Hendricus Mulyono kepada KR, Kamis (18/8).
Menurutnya, PSS tetap mendukung bila satu gerakan itu untuk menuju kebaikan, karena cukup sulit mengurus sepakbola Indonesia yang wilayahnya sangat luas dan anggotanya terbesar di dunia. Untuk itu diperlukan pengurus yang betul-betul dapat berkiprah secara penuh dalam menjalankan roda organisasi.
Ditambahkannya, Ketua Umum PSSI jelas tak akan dapat bebas menjalankan roda organisasi itu dengan baik, karena ia berstatus terhukum. Untuk itu diperlukan orang-orang yang mampu dan mau untuk mengurus sepakbola Indonesia saat ini.
Apalagi kompetisi di Liga Utama maupun di Liga Divisi I PSSI saat ini banyak dinilai kurang sehat, karena banyaknya kasus dalam kompetisi. “Untuk itu PSS mendukung bila ada KLB atau apa saja namanya yang penting demi kemajuan sepakbola di tanah air yang saat ini semakin tertinggal dari negara-negara lain di Asia,” jelasnya.
[ by : ressa tambatua ]


