Web Komunitas Suporter Slemania | Kamilah Jiwa - Jiwa yang Tidak Terkalahkan

Supported by: LigaIndonesia.com | Bukan berita bola biasa

VOTING

Bagaimana menurut Anda tampilan web slemania.or.id ?







STADION

STADION MANDALAKRIDA YOGYAKARTA

Markas PSS Sleman



  



back to top

Slemania.or.id.

PSS Jogja memutuskan memakai Stadion Mandala Krida menjadi home ground selama Liga Indonesia 2002. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan ketidaklayaan stadion Tridadi untuk menjamu tim-tim besar Liga Indonesia.

Stadion yang tepatnya terletak di Kelurahan Baciro, terkenal sebagai kandangnya PSIM, kesebelasan perserikatan milik masyarakat Jogja yang akhir-akhir ini prestasinya memprihatinkan. Karena terpuruk di kompetisi divisi 1, dan belum ada tanda-tanda kebangkitan.

Mandala Krida memenuhi standar untuk melangsungkan pertandingan sepakbola berskala nasional. Dengan lampu penerangan yang terawat dengan baik, pertandingan malam hari pun bisa dilaksanakan dengan lancar.
back to top


Mudah Diakses

Berjarak 500 meter dari Balaikota Jogja bisa dikatakan Mandala Krida berada di tengah kota. Akses menuju ke stadion pun relatif mudah. Dari terminal Umbulharjo (Terminal Utama Kota Jogjakarta) hanya berjarak sekitar 2 km dan dilewati angkutan Bis Kota jalur 10,14 dan 3. Apabila memakai jalur 4,6,9, dan 12 harus turun di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara dan berjalan kurang lebih sejauh 200 meter.

Dari Stasiun Kereta Api Ekonomi Lempuyangan pun jaraknya hanya kurang lebih 1,5 kilometer. Jadi suporter tamu yang memanfaatkan jasa kereta api bisa berjalan kaki menuju stadion. Apabila belum tahu letak Mandala Krida, lampu stadion yang menjulang tinggi akan menuntun arah menuju stadion. Tetapi apabila malas berjalan kaki dari stasiun Lempuyangan bisa digunakan Bis Kota jalur 6.

Jika datang dari stasiun Tugu, jarak tempuh sekitar 3,5 kilometer. Oleh karena itu gunakan bis kota jalur 4. Yang perlu diingat adalah tarif bis kota di Jogja untuk umum adalah Rp.800,00 dan sudah habis pukul 6 sore.

Tradisi suporter di Jogja, Jarang menggunakan kendaraan umum. Suporter Jogja biasa menggunakan motor roda dua sebagai alat transportasi utama ke stadion. Sebagai salah satu propinsi yang dikenal memiliki prosentase kepemilikan motor roda dua di Indonesia, tak heran kalau pawai sebelum dan sesudah pertandingan adalah hal yang biasa.

Mandala Krida sendiri memiliki lahan parkir luas di seputar stadion yang dapat menampung ribuan kendaraan bermotor. Meski begitu dalam radius 500 meter seputar stadion, warga kampung biasa juga membuka lahan parkir. Harga parkir rata-rata di seputar Mandala Krida Rp.2000,-
back to top


Fasilitas

Tempat duduk di stadion dibagi menjadi 3 kelas, yaitu VIP, Tribun tertutup dan kelas ekonomi yang menempati tribun terbuka. Dengan kapasitas 25 ribu penonton memungkinkan PSS Jogja untuk menjamu tim-tim lawan yang mempunyai suporter fanatik.

Fasilitas lain yang menjadikan Mandala lebih unggul dari Tridadi adalah adanya kamar kecil di setiap sudut stadion. Mulai dari Tribun tertutup sampai tribun terbuka.

Kamar ganti yang luas dan tempat wasit yang aman tambah melengkapi koleksi yang dimiliki Stadion termegah di DIY ini. Ditambah ruang fitness di bawah tribun tertutup menjadikan Mandala Krida tidak pernah mati dari pukul 6 pagi sampai 9 malam.

Hanya saja di ruang ganti belum dilengkapi dengan kamar mandi yang layak untuk membersihkan diri bagi pemain. Ditambah lahan parkir stadion yang sering menjadi ajang Balap Road Race menjadi kendala bagi panitia pelaksana agar jadwal Liga tidak bertabrakan dengan Kejurnas Road Race.
back to top


Kenangan Pahit

Mandala sendiri menyimpan banyak kenangan pahit. Tercatat pada bulan Februari 1995 suporter Yayasan Suporter Surabaya (YSS), Suhermansyah (41) tewas di tribun tertutup menyusul bentrokan yang terjadi antara suporter tuan rumah (PSIM) dengan Suporter Persebaya. Suhermansyah tewas diduga karena terinjak-injak oleh teman-temannya sewaktu ingin menyelamatkan diri dari bentrokan yang terjadi.

Tak berhenti di situ beberapa peristiwa bentrok yang lebih pahit juga terjadi. Pasoepati, Aremania, dan suporter PSIS Semarang pernah terkurung semalaman di Mandala Krida dikarenakan bentrokan antar suporter.

Kenangan buruk tersebut tentu saja ingin dihapus oleh Slemania yang berkeinginan menjalin perdamaian antar Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar). Suporter yang semakin bertindak dewasa tentu menginginkan suasana pertandingan yang kondusif.

Mari kita wujudkan bersama di Mandala Krida!!
back to top